Tuesday, November 1, 2011

iklas


iklas adalah melakukan tanpa mengharapkan imbalan.

tapi jika anda meminta surga sebagai balasannya itu berarti anda tidak iklas..... karena anda meminta sesuatu sebagai imbalannya yaitu surga.

iklas itu bukan ilmu tapi suatu bentuk ungkapan syukur kita terhadap yang Maha Pencipta.
ada beberapa kata bijak yang akan membuat kamu iklas :

APABILA ENGKAU JUJUR dan terbuka, orang lain mungkin akan menipumu. Tetapi tetaplah bersikap jujur dan terbuka setiap saat.

Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan mempunyai musuh dan teman-temanmu iri hati atau cemburu. Tetapi teruskanlah kesuksesanmu itu.

Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan itu. Tetapi tetaplah berbuat baik.

Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin besok dilupakan orang. Tetapi teruslah berbuat baik.

Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu. Tetapi tetaplah berbahagia.

Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki dan itu mungkin tidak akan pernah cukup. Tetapi tetaplah berikan yang terbaik.

Apa yang telah engkau bangun selama bertahun-tahun dapat dihancurkan oleh orang lain dalam satu malam saja. Tetapi janganlah berhenti dan tetaplah membangun.

Jangan pedulikan apa yang orang lain pikirkan atas perbuatan baik yang engkau lakukan. Percayalah bahwa mata TUHAN tertuju pada orang-orang jujur dan DIA melihat ketulusan hatimu.

ikhlas bermakna bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih tidak kotor. Maka orang yang ikhlas adalah orang yang menjadikan agamanya murni hanya untuk Allah saja dengan menyembah-Nya dan tidak menyekutukan dengan yang lain dan tidak riya dalam beramal.
Sedangkan secara istilah, ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Memurnikan niatnya dari kotoran yang merusak.
Ciri Orang Yang Ikhlas

Orang-orang yang ikhlas memiliki ciri yang bisa dilihat, diantaranya:

1. Senantiasa beramal dan bersungguh-sungguh dalam beramal, baik dalam keadaan sendiri atau bersama orang banyak, baik ada pujian ataupun celaan. Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, “Orang yang riya memiliki beberapa ciri; malas jika sendirian dan rajin jika di hadapan banyak orang. Semakin bergairah dalam beramal jika dipuji dan semakin berkurang jika dicela.”
Perjalanan waktulah yang akan menentukan seorang itu ikhlas atau tidak dalam beramal. Dengan melalui berbagai macam ujian dan cobaan, baik yang suka maupun duka, seorang akan terlihat kualitas keikhlasannya dalam beribadah, berdakwah, dan berjihad.
Al-Qur’an telah menjelaskan sifat orang-orang beriman yang ikhlas dan sifat orang-orang munafik, membuka kedok dan kebusukan orang-orang munafik dengan berbagai macam cirinya. Di antaranya disebutkan dalam surat At-Taubah ayat 44-45, “Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya.”

2. Terjaga dari segala yang diharamkan Allah, baik dalam keadaan bersama manusia atau jauh dari mereka. Disebutkan dalam hadits, “Aku beritahukan bahwa ada suatu kaum dari umatku datang di hari kiamat dengan kebaikan seperti Gunung Tihamah yang putih, tetapi Allah menjadikannya seperti debu-debu yang beterbangan. Mereka adalah saudara-saudara kamu, dan kulitnya sama dengan kamu, melakukan ibadah malam seperti kamu. Tetapi mereka adalah kaum yang jika sendiri melanggar yang diharamkan Allah.” (HR Ibnu Majah)
Tujuan yang hendak dicapai orang yang ikhlas adalah ridha Allah, bukan ridha manusia. Sehingga, mereka senantiasa memperbaiki diri dan terus beramal, baik dalam kondisi sendiri atau ramai, dilihat orang atau tidak, mendapat pujian atau celaan. Karena mereka yakin Allah Maha melihat setiap amal baik dan buruk sekecil apapun.

3. Dalam dakwah, akan terlihat bahwa seorang dai yang ikhlas akan merasa senang jika kebaikan terealisasi di tangan saudaranya sesama dai, sebagaimana dia juga merasa senang jika terlaksana oleh tangannya.
Para dai yang ikhlas akan menyadari kelemahan dan kekurangannya. Oleh karena itu mereka senantiasa membangun amal jama’i dalam dakwahnya. Senantiasa menghidupkan syuro dan mengokohkan perangkat dan sistem dakwah. Berdakwah untuk kemuliaan Islam dan umat Islam, bukan untuk meraih popularitas dan membesarkan diri atau lembaganya semata.
READ MORE - iklas
READ MORE - iklas

Monday, August 29, 2011

hilal

hilal
Senin (29/8) sore merupakan saat pelaksanaan rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan Syawwal 1432 Hijriyah. Sore itu untuk wilayah Yogyakarta, Matahari terbenam pada pukul 17:38 WIB pada azimuth 279° 22' atau 9,3° di Utara titik Barat. Tinggi Hilal (Bulan) saat Matahari terbenam 1,8° di atas horizon di Selatan Matahari. Bulan terbenam pada 17:47 WIB pada azimuth 273°12'. Pada kondisi ini secara astronomis Hilal mustahil dapat dirukyat. Lalu kenapa berangkat rukyat? Ya setidaknya memastikan hilal tidak terlihat.

RHI Yogyakarta merencanakan akan melakukan rukyatul hilal bersama Tim BHR DIY di POB Bela-belu Parangkusumo Yogyakarta pada Senin, 29 Agustus 2011 dan Selasa, 30 Agustus 2011 di POB Bela-belu Parangkusumo, Bantul Yogyakarta. Seperti halnya tahun lalu, tahun ini juga RHI menjadi salah satu Tim rukyat nasional dari 14 lokasi Rukyat Nasional di Indonesia.

Menurut Kriteria Hisab Wujudul Hilal
Dalam penyusunan kalender Hijriyah baik untuk keperluan sosial maupun ibadahnya (Ramadhan, Syawwal dan Zulhijjah) menggunakan kriteria yang dinamakan "Hisab Hakiki Wujudul Hilal". Kriteria ini menyatakan bahwa awal bulan Hijriyah dimulai apabila telah terpenuhi tiga kriteria berikut:
1) telah terjadi ijtimak (konjungsi),
2) ijtimak (konjungsi) itu terjadi sebelum matahari terbenam, dan
3) pada saat terbenamnya matahari piringan atas Bulan berada di atas ufuk (bulan baru telah wujud). Ketiga kriteria ini penggunaannya adalah secara kumulatif, dalam arti ketiganya harus terpenuhi sekaligus. Apabila salah satu tidak terpenuhi, maka bulan baru belum mulai. Atau dalam bahasa sederhanya dapat diterjemahkan sebagai berikut:


"Jika setelah terjadi ijtimak, Bulan terbenam setelah terbenamnya Matahari maka malam itu ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah tanpa melihat berapapun sudut ketinggian Bulan saat Matahari terbenam".


Menurut Kriteria Kalender Hijriyah Global

Universal Hejri Calendar (UHC) merupakan Kalender Hijriyah Global usulan dari Komite Mawaqit dari Arab Union for Astronomy and Space Sciences (AUASS) berdasarkan hasil Konferensi Ke-2 Atronomi Islam di Amman Jordania pada tahun 2001. Kalender universal ini membagi wilayah dunia menjadi 2 region sehingga sering disebut Bizonal Hejri Calendar. Zona Timur meliputi 180° BT ~ 20° BB sedangkan Zona Barat meliputi 20° BB ~ Benua Amerika. Adapun kriteria yang digunakan tetap mengacu pada visibilitas hilal (Limit Danjon).

Menurut Kriteria Rukyat Hilal Arab Saudi

Kurangnya pemahaman terhadap perkembangan dan modernisasi ilmu falak yang dimiliki oleh para perukyat sering menyebabkan terjadinya kesalahan identifikasi terhadap obyek yang disebut "Hilal" baik yang "sengaja salah" maupun yang tidak disengaja. Klaim terhadap kenampakan hilal oleh seeorang atau kelompok perukyat pada saat hilal masih berada di bawah "limit visibilitas" atau bahkan saat hilal sudah di bawah ufuk sering terjadi. Sudah bukan berita baru lagi bahwa Saudi kerap kali melakukan istbat terhadap laporan rukyat yang "kontroversi".

Kalender resmi Saudi yang dinamakan "Ummul Qura" yang telah berkali-kali mengganti kriterianya hanya diperuntukkan sebagai kalender untuk kepentingan non ibadah. Sementara untuk ibadah Saudi tetap menggunakan rukyat hilal sebagai dasar penetapannya. Sayangnya penetapan ini sering hanya berdasarkan pada laporan rukyat dari seseorang tanpa terlebih dahulu melakukan klarifikasi dan konfirmasi terhadap kebenaran laporan tersebut apakah sudah sesuai dengan kaidah-kaidah sains astronomi khususnya Teori Visibilitas Hilal.

Menurut Kalender Ummul Qura' :

Kalender ini digunakan Saudi bagi kepentingan publik non-ibadah. Kriteria yang digunakan adalah "Telah terjadi ijtimak dan bulan terbenam setelah matahari terbenam di Makkah" maka sore itu dinyatakan sebagai awal bulan baru. Pada hari pertama ijtimak/konjungsi kondisinya sudah memenuhi syarat. Dengan demikian awal bulan akan jatuh pada : Selasa, 30 Agustus 2011.

Menurut Kriteria Rukyatul Hilal Saudi :

Rukyatul hilal digunakan Saudi khusus untuk penentuan bulan awal Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah. Kaidahnya sederhana "Jika ada laporan rukyat dari seorang atau lebih pengamat/saksi yang dianggap jujur dan bersedia disumpah maka sudah cukup sebagai dasar untuk menentukan awal bulan tanpa perlu perlu dilakukan uji sains terhadap kebenaran laporan tersebut".



Melihat posisi Hilal, mustahil hilal dapat dirukyat di Saudi pada hari pertama ijtimak Namun demikian seperti kebiasaan sebelumnya diperkirakan ada yang mengaku berhasil rukyat (klaim) sehingga awal bulan akan jatuh pada : Selasa, 30 Agustus 2011.
READ MORE - hilal
READ MORE - hilal

Monday, June 13, 2011

Orang yang ikhlas adalah



Orang yang ikhlas adalah orang yang tidak menyertakan kepentingan pribadi atau imbalan duniawi dari apa yang dapat ia lakukan. Konsentrasi orang yang ikhlas cuma satu, yaitu bagaimana agar apa yang dilakukannya diterima oleh Allah SWT. Jadi ketika sedang memasukan uang ke dalam kotak infaq, maka fokus pikiran kita tidak ke kiri dan ke kanan, tapi pikiran kita terfokus bagaimana agar uang yang dinafkahkan itu diterima di sisi Allah.

Apapun yang dilakukan kalau konsentrasi kita hanya kepada Allah, itulah ikhlas. Seperti yang dikatakan Imam Ali bahwa orang yang ikhlas adalah orang yang memusatkan pikirannya agar setiap amalnya diterima oleh Allah. Seorang pembicara yang tulus tidak perlu merekayasa kata-kata agar penuh pesona, tapi ia akan mengupayakan setiap kata yang diucapkan benar-benar menjadi kata yang disukai oleh Allah. Bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Bisa dipertanggungjawabkan artinya. Selebihnya terserah Allah. Kalau ikhlas walaupun sederhana kata-kata kita, Allah-lah yang kuasa menghujamkannya kepada setiap qalbu.

Oleh karena itu, jangan terjebak oleh rekayasa-rekayasa. Allah sama sekali tidak membutuhkan rekayasa apapun dari manusia. Allah Mahatahu segala lintasan hati, Mahatahu segalanya! Makin bening, makin bersih, semuanya semata-mata karena Allah, maka kekuatan Allah yang akan menolong segalanya.

Kalo ibadahnya ikhlas karena Alloh Ta’ala dan tata caranya sesuai apa yang diajarkan Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam maka amalnya bisa diterima, Insya Alloh.

Ikhlas atau tidaknya kita sulit untuk menilainya karena ikhlas adalah amalan hati yang tidak nampak dihadapan manusia dan yang hanya bisa menilai ikhlas atau tidaknya adalah Alloh dan kita hanya memutuskan sesuatu yang tampak dari perbuatan itu. Jadi amalan yang berhubungan dengan hati kembali kedalam diri individu tsb jika dia ikhlas maka dia bisa dapat pahala dan jika tidak ikhlas maka diancam mendapat dosa. Dan sangat tidak menjamin jika ada teman anda yang mengatakan dengan terang-terangan demikian “saya niat kuliah ikhlas karena Alloh” itu berarti dia benar-benar ikhlas. Dan sekali lagi ucapan ini tidak menjadi jaminan atau ukuran atau standar bahwa dia telah ikhlas.

Amalan ikhlas adalah amalan yang tersembunyi jadi hanya Alloh, anda dan malaikat pencatat amal anda yang tahu seberapa ikhlaskah anda beramal. Bahkan orang lain tidak mengetahui apakah anda itu beramal dengan ikhlas atau tidak sekalipun anda mengatakan kepada teman anda “aku benar-benar ikhlas” dan malah bisa jadi teman anda ini curiga demikian “lha wong dah ikhlas kok ndadak diomong-omongin segala”. Dan nasehat saya, jika anda beramal dengan ikhlas maka tidak perlu bagi anda untuk memberitahukan bahwa anda sudah ikhlas karena demi menjaga pahala amal anda. Karena bisa jadi ketika anda mengatakan “aku benar-benar ikhlas” anda telah disusupi penyakit ingin dipuji atau disanjung, maka saya khawatir pahala amal anda akan menjadi kurang sempurna atau bahkan bisa gugur semuanya sehingga amalan anda tidak berpahala sama sekali.

Ikhlas adalah sebuah kata yang mudah diucap dan ditulis namun dilaen sisi, ikhlas adalah sesuatu hal yang paling berat serta sulit bagi jiwa untuk melakukannya dan memang begitulah kenyataannya. Sebagaimana seorang ulama pernah ditanya “Apakah sesuatu yang paling berat bagi jiwa?” maka ulama tsb menjawab “Ikhlas. Sebab dengan ikhlas itu jiwa tidak mendapat bagian apa-apa”. Ucapan ulama tsb benar karena dengan ikhlas anda tidak akan mendapatkan bagian apa-apa dari sisi manusia namun disisi Alloh anda akan diberi pahala yang tak terbatas.

Dan sekarang apa definisi ikhlas??...

Definisi ikhlas sangat banyak sebagaimana yang dikatakan oleh para ulama. Diantaranya:

a. Menyendirikan Alloh sebagai tujuan dalam ketaatan.

b. Membersihkan perbuatan dari perhatian makhluk.

c. Menjaga amal dari perhatian manusia dan termasuk pula diri sendiri.

d. Seseorang bermaksud melalui ibadahnya tersebut untuk bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah dan mendapatkan keridhaanNya.

e. Sesuatu yang paling mulia didunia

f. Rahasia antara Alloh dan HambaNya yang tidak diketahui kecuali oleh malaikat yang mencatatnya.

g. Membersihkan amal dari segala campuran.
READ MORE - Orang yang ikhlas adalah
READ MORE - Orang yang ikhlas adalah

Sunday, June 12, 2011

Jenis Salat Sunat Rawatib


Shalat sunat rawatib adalah shalat sunat yang dikerjakan sebelum dan sesudah shalat fardhu. Yang termasuk shalat sunat rawatib adalah:

Jenis Salat Sunat Rawatib
1. Qobliyah adalah sholat sunah yang dilaksanakan sebelum mengerjakan solat wajib.
2. Ba\'diyah adalah sholat yang dikerjakan setelah melakukan shalat wajib.

1. Qobliyah Dzuhur 2 rakaat, dengan satu kali salam.

2. Dan ba\'diyah Dzuhur 2 atau 4 empat rakaat, juga dengan satu kali salam.

3. Ba’diyah Magrib 2 rakaat, dengan satu kali salam.

4. Untuk ba\'diyah isya cukup 2 rakaat dengan satu kali salam.

5. Qobliyah Subuh 2 rakaat, dengan satu kali salam.

Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib

Ummu Habibah berkata, Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa Shalat dalam sehari semalam dua belas rakaat, akan dibangun untuknya rumah di Surga, yaitu empat rakaat sebelum Dzuhur dan dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah maghrib, dua rakaat sesudah Isya dan dua rakaat sebelum Shalat Subuh. (HR Tirmidzi, ia mengatakan, hadits ini hasan sahih).

“Dari Aisyah ra, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda: Dua rakaat fajar (qabliyah subuh itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR Muslim)

Dari Ibnu Umar Radhiallaahu anhu dia berkata: Aku shalat bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasalam dua rakaat sebelum Dhuhur dan dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah Jumat, dua rakaat sesudah Maghrib dan dua rakaat sesudah Isya. (Muttafaq ‘alaih)

Dari Abdullah bin Mughaffal radhiallahu anhu , ia berkata: Bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wasalam , ‘Di antara dua adzan itu ada shalat, di antara dua adzan itu ada shalat, di antara dua adzan itu ada shalat. Kemudian pada ucapannya yang ketiga beliau menambahkan: bagi yang mau. (Muttafaq ‘alaih)

Dari Ummu Habibah Radhiallaahu anha, ia berkata : Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bersabda, Barangsiapa yang menjaga empat rakaat sebelum Dhuhur dan empat rakaat sesudahnya, Allah mengharamkannya dari api Neraka. (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi, ia mengatakan hadits ini hasan shahih)
READ MORE - Jenis Salat Sunat Rawatib
READ MORE - Jenis Salat Sunat Rawatib

Sholat sunnah Rawatib


Sholat sunnah Rawatib adalah sholat sunnah yang mengikuti sholat fardhu, baik yang dilakukan sebelum sholat fardhu maupun sesudahnya.

Solat sunat rawatib dianjurkan kepada kita melakukannya sebagai memenuhi tuntutan sunnah Rasulullah. Malah solat sunat seumpamanya adalah berguna untuk menampung kekurangan yang ada dalam solat fardhu. Ada pada 5 tempat atau 10 rakaat solat sunat rawatib yang termasuk dalam solat sunat muakkad yakni sangat dituntut untuk dilakukan. Ia adalah solat sunat 2 rakaat subuh (sebelum subuh), 2 rakaat sebelum zohor, 2 rakaat selepas zohor, 2 rakaat selepas maghrib dan 2 rakaat selepas isyak.

Solat sunat Subuh atau dinamakan juga solat sunat fajar adalah solat sunat rawatib yang paling utama berbanding solat sunat rawatib yang lainnya. Adapun Rasulullah ada menyatakan keutamaan bersembahyang solat sunat subuh ini sepertimana dalam maksud hadisnya:

“2 rakaat solat sunat subuh itu lebih berharga daripada dunia dan seisinya.”

“Solat sunat subuh 2 rakaat itu mendapat pahala yang besar.”

Solat sunat ini dilakukan dalam waktu subuh sebelum solat fardhu subuh dengan diniatkan solat sunat subuh atau solat sunat sebelum subuh. Yang dianjurkan Nabi s.a.w. rakaat pertama selepas fatihah membaca Al-Kafirun dan rakaat kedua selepas fatihah, membaca Al-Ikhlas.

Namun boleh juga selepas fatihah, membaca selain daripada kedua-dua surah itu. Seperti yang dimaklumi oleh Imam Ghazali dalam kitabnya agar membaca surah Al-Insyirah dan Al-Fiil. Sesetengah ulamak membolehkan membaca kesemua surah tersebut dalam satu sembahyang sunat. Namun, boleh juga diselang-selikan. Sebagai contoh, satu hari dengan Al-Kafirun dan Al-Ikhlas, dan hari lain dengan Al-Insyirah dan Al-Fiil.

Solat sunat rawatib ini boleh sahaja dilakukan samada berdiri atau duduk. Kerana ada kelonggaran bagi solat selain solat fardhu untuk mendirikannya secara duduk. Namun tidaklah sama pahalanya dengan orang yang solat secara berdiri. Rasulullah menjelaskan, “pahala bagi orang yang solat duduk itu separuh daripada orang yang solat berdiri”.

Adalah makruh mendirikan solat sunat rawatib ini jika muazzin (bilal) sudah qamat atau bersedia untuk qamat. Haram mendirikannya, jika kita sudah kesempitan waktu untuk melakukan solat fardhu sekira-kira tidak mendapat satu rakaat dalam waktu. Dan menyalahi yang utama (khilaful aula) mendirikan solat sunat rawatib bagi orang yang ada tanggungan hutang solat fardhu. Lebih utama bagi orang tersebut mengqadha solatnya.

Sholat sunnah rawatib ada 2 :
Sholat sunnah rawatib muakkad ( = sholat sunnah yang sangat dianjurkan dan tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi Muhammad saw ).
Sholat sunnah rawatib ghairu muakkad ( = sholat sunnah yang dianjurkan tanpa penekanan yang kuat ).

Yang termasuk sunnah muakkad :
Dua rakaat sebelum Sholat Subuh
Dua rakaat sebelum sholat Dhuhur
Dua rakaat sesudah sholat Dhuhur
Dua rakaat sesudah sholat Maghrib
Dua rakaat sesudah sholat ‘Isya.

Yang termasuk sunnah ghairu muakkad :
Tambahan dua rakaat sebelum sholat Dhuhur
Tambahan dua rakaat sesudah sholat Dhuhur
Dua rakaat sebelum sholat Ashar.
Dua rakaat sebelum sholat Maghrib
Dua rakaat sebelum sholat ‘Isya.

Ditulis dalam Sholat | Kaitkata: rowatib ghairu muakad, rowatib muakad, sholat sunah rowatib, Sholat Sunnah Rawatib, sholat sunnah rawatib ghairu muakkad, sholat sunnah rawatib muakad, yang termasuh sunnah rawatib muakad, yang termasuk rawatib ghairu muakad, yang termasuk sunnah ghairu muakad, yang termasuk sunnah muakad.

Kebiasaannya, jemaah yang akan berubah tempat untuk menunaikan solat sunat Rawatib, walaupun jarak satu tapak dari tempat asal. Solat sunat Rawatib ini didirikan dalam dua rakaat dengan satu salam. Sekiranya jemaah mengerjakan solat sunat Rawatib 4 rakaat, maka solat itu didirikan dengan 2 kali salam.

Niat

Rawatib Sebelum Subuh :

"Sahaja aku solat sunat Sebelum Subuh dua rakaat kerana Allah Ta'ala"

Rawatib Muakkad Qabliyyah Sebelum Zuhur atau Solat Jumaat :

"Sahaja aku solat sunat sebelum Zohor , dua rakaat kerana Allah Ta'ala"

Rawatib Muakkad Ba’diyyah Sesudah Zuhur atau Solat Jumaat :

"Sahaja aku Solat Sunat Selepas Zohor dua rakaat kerana Allah Ta'ala"

Rawatib Ghairu Muakkad Qabliyyah Sebelum Asar :

"Sahaja aku solat sunat Asar dua rakaat kerana Allah Ta'ala"

Rawatib Muakkad Ba’diyyah Sesudah Maghrib :

" Sahaja aku solat sunat Maghrib dua rakaat kerana Allah Ta'ala"

Rawatib Ghairu Muakkad Qabliyyah Isyak :

" Sahaja aku solat sunat sebelum Isyak dua rakaat kerana Allah Ta'ala "

Rawatib Muakkad Ba’diyyah Sesudah Isyak :

"Sahaja aku solat sunat selepas Isyak dua rakaat kerana Allah Ta'ala "
READ MORE - Sholat sunnah Rawatib
READ MORE - Sholat sunnah Rawatib

Wajib Mandi Junub Kerana Keluar Air Mani


Wajib Mandi Junub Kerana Keluar Air Mani

Para ulama telah sepakat bahawa apabila keluar air mani dengan bersyahwat, bersetubuh atau bermimpi maka wajib baginya mandi junub. Begitu juga bagi kaum perempuan (jika keluar air mani) maka wajib baginya mandi junub sebagaimana keterangannya dari hadis-hadis berikut:

“Dari Aisyah ia berkata: Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa-sallam pernah ditanya oleh seorang lelaki yang mendapati basah (kerana keluar mani) padahal tidak ingat bahawa ia bermimpi lalu baginda menjawab: Hendaklah ia mandi. Dan baginda pernah ditanya tentang lelaki yang bermimpi dirasakan seolah-olah keluar air mani tetapi tidak ada kesan basah. Baginda menjawab: Tidak wajib mandi. Kemudian Ummu Sulaim bertanya: Kalau perempuan bermimpi demikian wajibkah wanita itu mandi? Nabi menjawab: Ya, kerana sebenarnya kaum wanita itu adalah saudara-saudara kaum lelaki!”. (H/R Imam yang lima, kecuali Nasaii.)

“Dari Ummi Salamah bahawa Ummu Sulaim berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu kerana sesuatu yang haq! Apakah wanita wajib mandi junub kalau ia bermimpi? Baginda menjawab: Ya, apabila ia melihat air! Kemudian Ummu Salamah bertanya lagi: Apakah perempuan juga bermimpi? Celaka engkau, kalau tidak begitu dengan apa anaknya boleh serupa dengannya!”. (Muttafaq ‘alaihi)

“Dari Khaulah binti Hakim bahawa beliau pernah bertanya kepada Nabi sallallahu ‘alaihi wa-sallam tentang perempuan yang bermimpi seperti mimpinya lelaki lalu Nabi sallallahu ‘alaihi wa-sallam bersabda: Ia tidak wajib mandi sehingga mengeluarkan air mani seperti halnya lelaki tidak wajib mandi sehingga ia mengeluarkan air mani”. (H/R Ahmad)

“Dan Nasaii meriwayatkan dengan ringkas yang lafaznya: Bahawasanya dia (Khaulah) bertanya kepada Nabi sallallahu ‘alaihi wa-sallam tentang perempuan yang bermimpi mengeluarkan air mani dalam tidurnya lalu Nabi sallallahu ‘alaihi wa-sallam menjawab: Kalau ia melihat air mani maka hendaklah ia mandi”. (H/R Nasaii)

Dari hadis-hadis sahih di atas, menunjukkan bahawa wanita juga terkadang bermimpi kerana wanita adalah saudara kandung lelaki. Maka sebagaimana kaum lelaki juga bermimpi maka kaum wanita demikian pula. (Lihat: Fatwa-fatwa muslimah. Hlm. 141. Syeikh Muhammad bin Ibrahim al-Syeikh, Syeikh Abdurrahman bin Hashir as-Sa’diy, Syeikh Abdullah bin Abdullah bin Bazz, Syeikh Muhammad bin Soleh al-Uthaimin, Syeikh Abdullah bin Jibrin dan Syeikh Soleh Fauzan bin Fauzan)

Dan jika ia (seseorang wanita) tidak menemui tanda/bekas/basah/sisa-sisa air setelah bangun tidur maka ia tidak diwajibkan untuk mandi junub. Adapun jika ia mendapati bekas/tanda air maka ia wajib mandi kerana Ummu Sulaim berkata: Wahai Rasulullah, apakah seorang wanita wajib mandi jika ia bermimpi (keluar air)? Rasulullah sallallahu ‘alaihi was-sallam menjawab: Ya, kalau ia melihat (mendapati basah) bekas air! Jika wanita mendapati ada bekas air maka ia diwajibkan mandi junub. (Lihat: Fatwa-fatwa muslimah. Hlm. 141. Syeikh Muhammad bin Ibrahim al-Syeikh, Syeikh Abdurrahman bin Hashir as-Sa’diy, Syeikh Abdullah bin Abdullah bin Bazz, Syeikh Muhammad bin Soleh al-Uthaimin, Syeikh Abdullah bin Jibrin dan Syeikh Soleh Fauzan bin Fauzan)

Jika seseorang perempuan sering mengeluarkan cecair tanpa disebabkan oleh suatu rangsangan (nafsu syahwat/nikmat) maka sama sekali tidak diwajibkan mandi. Mandi hanya diwajibkan apabila melakukan persetubuhan, bermimpi, keluar air diiringi syahwat (seperti mimpi berjimak dengan seorang peria lalu ketika bangun terdapat bekas air maka diwajibkan baginya mandi junub). (Lihat: Fatwa-fatwa muslimah. Hlm. 141. Syeikh Muhammad bin Ibrahim al-Syeikh, Syeikh Abdurrahman bin Hashir as-Sa’diy, Syeikh Abdullah bin Abdullah bin Bazz, Syeikh Muhammad bin Soleh al-Uthaimin, Syeikh Abdullah bin Jibrin dan Syeikh Soleh Fauzan bin Fauzan)
READ MORE - Wajib Mandi Junub Kerana Keluar Air Mani
READ MORE - Wajib Mandi Junub Kerana Keluar Air Mani

Saturday, June 11, 2011

Kelebihan Bulan Muharram


MUHARAM adalah bulan pertama dalam tahun Islam (Hijrah). Sebelum Rasulullah berhijrah dari Makkah ke Yathrib, kiraan bulan dibuat mengikut tahun Masihi. Hijrah Rasulullah memberi kesan besar kepada Islam sama ada dari sudut dakwah Rasulullah, ukhuwwah dan syiar Islam itu sendiri.

Pada asasnya, Muharam membawa maksud 'diharamkan' atau 'dipantang', iaitu Allah SWT melarang melakukan peperangan atau pertumpahan darah. Namun demikian larangan ini ditamatkan setelah pembukaan Makkah (Al Baqarah: 91). Sejak pemansuhan itu, umat Islam boleh melaksanakan tugas dan ibadat harian tanpa terikat lagi dengan larangan berkenaan.

Puasa pada bulan Muharram
Dari Abi Hurairah r.a., telah bersabda Rasullullah s.a.w.: “Seafdal-afdal puasa setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah yaitu bulan Muharram dan seafdal-afdal sholat setelah sholat fardhu adalah sholat malam.” (H.R. Muslim)

Sebahagian ulamak berkata; kelebihan bulan Muharram itu adalah kerana di dalamnya ada hari ‘Asyura. Namun menurut Imam al-Qurthubi; ‘Kelebihan bulan Muharram adalah kerana ia merupakan awal tahun. Apabila seseorang menyambut awal tahunnya dengan berpuasa, adalah diharapkan Allah akan mencukupkannya pada bulan-bulan selebihnya. Puasa adalah antara amalan hamba yang terbaik (kepada Allah) dan pernah disebut oleh Nabi s.a.w. sebagai dhiya’ (ضياء) yang bermaksud cahaya’.

“Puasa yang paling baik selepas Ramadhan ialah puasa pada bulan Muharram. Solat yang paling baik selepas yang fardhu ialah solat malam” (Riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah r.a.). Oleh demikian, kita digalakkan banyak berpuasa di bulan Muharram.
READ MORE - Kelebihan Bulan Muharram
READ MORE - Kelebihan Bulan Muharram
.::BY JUMBHO-MY AT HOME IN THE JEPARA CITY OF BEAUTIFUL::.