Tuesday, January 27, 2015

Mudzakkar dan Muannats

Untuk lebih memahami penggunaan Mudzakkar dan Muannats, serta Mufrad, Mutsanna dan Jamak dalam pengelompokan Isim, kita akan mempelajari tentang Isim Isyarah atau Kata Tunjuk dan Isim Maushul atau Kata Sambung.
Pertama, Isim Isyarah. Pada dasarnya, ada dua macam Kata Tunjuk:
1) Isim Isyarah atau Kata Tunjuk untuk yang dekat: هَذَا (=ini).
Contoh dalam kalimat: هَذَا كِتَابٌ (= ini sebuah buku)
2) Isim Isyarah atau Kata Tunjuk untuk yang jauh: ذَلِكَ (=itu).
Contoh dalam kalimat: ذَلِكَ كِتَابٌ (= itu sebuah buku)
Bila Isim Isyarah itu menunjuk kepada Isim Muannats maka:
1) هَذَا menjadi: هَذِهِ (=ini). Contoh: هَذِهِ مَجَلَّةٌ (= ini sebuah majalah)
2) ذَلِكَ menjadi: تِلْكَ (=itu). Contoh: تِلْكَ مَجَلَّةٌ (= itu sebuah majalah)
Adapun bila Isim yang ditunjuk itu adalah Mutsanna (Dual), maka:
1) هَذَا menjadi هَذَانِ. Contoh: هَذَانِ كِتَابَانِ (= ini dua buah buku)
2) هَذِهِ menjadi هَتَانِ. Contoh: هَتَانِ مَجَلَّتَانِ (= ini dua buah majalah)
3) ذَلِكَ menjadi ذَانِكَ. Contoh: ذَانِكَ كِتَابَانِ (= itu dua buah buku)
4) تِلْكَ menjadi تَانِكَ. Contoh: تَانِكَ مَجَلَّتَانِ (= itu dua buah majalah)
Sedangkan bila Isim yang ditunjuk itu adalah Jamak (lebih dari dua), maka baik Mudzakkar maupun Muannats, semuanya menggunakan: هَؤُلاَءِ (= ini) untuk menunjuk yang dekat; dan أُلَئِكَ (= itu) untuk menunjuk yang jauh. Contoh:
هَؤُلاَءِ كُتُبٌ أُلَئِكَ كُتُبٌ
(= ini adalah buku-buku) (= itu adalah buku-buku)
هَؤُلاَءِ مَجَلاَّتٌ أُلَئِكَ مَجَلاَتٌ
(= ini adalah majalah-majalah) (= itu adalah majalah-majalah)
Ingat, jangan melangkah ke halaman selanjutnya sebelum mengerti pelajaran di atas dan menghafal semua kosa kata yang baru anda temukan!
READ MORE - Mudzakkar dan Muannats
READ MORE - Mudzakkar dan Muannats

Monday, January 26, 2015

Ilmu shorof

Ilmu shorof adalah pengetahuan untuk menganalisa sebuah kata berbahasa Arab ketika dalam keadaan berdiri sendiri. Pembahasannya meliputi pembentukan kata serta aturan perubahannya menjadi kata-kata baru yang merupakan turunan dari sebuah kata berbahasa Arab. Dalam ilmu tata bahasa Indonesia disebut morfologi.
Jenis Tashrif
Tashrif itu ada dua macam:
Tashrif Ishtilahi(تَصْرِيْفٌ اِصْطِلاَحِيٌّ)ا, yaitu perubahan kata yang didasarkan pada perbedaan bentuk katanya seperti merubah sebuah kata kerja bentuk lampau menjadi kata kerja bentuk sedang, kata kerja bentuk perintah, kata kerja bentuk larangan, dan seterusnya.
Tashrif Lughawi (تَصْرِيْفٌ لُغَوِيٌّ), yaitu perubahan yang didasarkan pada jumlah dan jenis pelakunya seperti perubahan sebuah kata benda tunggal menjadi kata benda berjumlah dua, menjadi kata benda jamak, dan sebagainya.
Untuk dapat memahami fungsi ilmu shorof bagi santri pemula perhatikanlah ilustrasi kasus berikut, ketika kita mendapati sebuah kata berbahasa Arab misal kata مرويatau kata مستقبلكم muncullah pertanyaan-pertanyaan:
Bagaimana cara membacanya?
Apa artinya?
Jika dicari dalam kamus bagaimanakah caranya?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu kita harus mempelajari ilmu sharaf. Karena setelah seseorang mempelajari dan memahami kaidah-kaidah dalam ilmu sharaf maka dia akan memiliki kecakapan antara lain:
Mudah dan cepat mencari arti kata berbahasa Arab di dalam kamus Arab-Indonesia sehingga penggunaan kamus menjadi optimal.
Bisa memperkirakan dan menentukan arti kata yang tidak didapatinya di dalam kamus sehingga ketergantungan terhadap kamus menjadi berkurang.
Bisa memberikan harakat dengan benar pada kata-kata berbahasa Arab dalam tulisan arab gundul atau kitab kuning dan mampu menerjemah dengan baik.
Beberapa Istilah Penting dalam Ilmu Shorof
Supaya lebih mudah memahamipelajaran ilmu sharaf maka terlebih dahulu kita harus memahamibeberapa istilah penting yang akan sering disebut di tengah-tengah pembahasan ilmu sharaf. Istilah-istilah tersebut antara lain:
1. Wazan
Wazan artinya timbangan, pola atau formulasi kata yang umumnya dengan menggunakan variasi komposisi huruf-huruf ف ,ع , dan ل.Contoh:ا Wazan dari kata كَتَبَadalahفَعَلَ
Wazan dari kata كَاتِبٌadalah فَاعِلٌ
Wazan dari kata اِنْـقَطَعَ adalahاِنْـفَعَلَ
2. Mauzun
Mauzun artinya kata yang ditimbang atau yang dicocokkan dengan wazannya. Seperti contoh pada poin 1 kata فَعَلَdisebut wazan sedangkan kata كَتَبَ disebut mauzun.
3. Huruf ‘illat
Huruf ‘Illat artinya huruf penyakit yaitu ا,و,danي.
4. Tashrif
Tashrif artinya mengubah bentuk dasar menjadi kata-kata turunan dengan mengikuti aturan dan pola tertentu sehingga dihasilkan kata-kata baru dengan makna yang berbeda-beda.
5. Muqabalah
Muqabalah arti bahasanya adalah “saling berhadapan”. Yang dimaksud dengan muqabalah di sini adalah memperhadapkan atau membandingkan kata-kata dengan wazannya. Contoh, kata مَنَعَ dikatakan memiliki wazan فَعَلَ, karena huruf mim pada kataمَنَعَ setentang dengan huruf fa pada wazan فَعَلَ; huruf nun pada kata منَعَ setentang dengan huruf ‘ain pada wazan فَعَلَ ; dan huruf ‘ain pada kataمَنَعَ setentang dengan huruf lam pada wazanفَعَلَ . Coba anda perhatikan:
Huruf pertama mim pada kata مَنَعَ disebut fa fi’il
Huruf kedua (nun) pada kata مَنَعَ disebut ‘ain fi’il, dan
Huruf ketiga ‘ain pada kata مَنَعَ ) disebut lam fi’il
Begitulah, setiap fi’il yang asalnya tiga huruf (fi’il tsulatsi) maka huruf pertamanya disebut fa fi’il, huruf keduanya disebut ‘ain fi’il, dan huruf ketiganya disebut lam fi’il.
Kalau fi’il tsulatsi itu bertambah hurufnya, seperti turunan dari kata مَنَعَ menjadi يَمْنَعُ , يَمْنَعُوْنَ , atau امْتَنَعَ , maka huruf yang bertambah itu tidak dihitung. Kita tetap mengatakan bahwa mim itu adalah fa fi’il, nun itu ‘ain fi’il, dan ‘ain itu adalah lam fi’il. Selain dari huruf-huruf itu dikatakan za-idah (huruf tambahan).
Huruf-huruf tambahan yang menjadi imbuhan berjumlah sepuluh huruf, terhimpun dalam kalimat سَأَلْـتُـمُوْنِـيْهَا yaitu: [س], [أ], [ل], [ت], [م][و], [ن], [ي], [هـ], dan [ا].
Contoh :
kata مَمْنُوْعٌ tersusun dari lima huruf sehingga padanya terdapat dua huruf tambahan yaitu م pertama dan و
kata أَسْتَغْفِرُ tersusun dari enam huruf sehingga padanya terdapat tiga huruf tambahan yaitu أ, س, dan ت.
READ MORE - Ilmu shorof
READ MORE - Ilmu shorof

fi’il adalah suatu kata

Setelah kita membahas tentang isim, pada kesempatan ini kita mencoba untuk membahas mengenai fi’il. Pada awal pelajaran yang lalu, kita ketahui bahwa fi’il adalah suatu kata yang mempunyai makna yang berkaitan dengan waktu. Perbedaannya dengan isim adalah pada sisi waktunya.
Fi’il terbagi menjadi 3, yaitu :
- Fi’il madhi (الفعل الماضي)
- Fi’il mudhori (الفعل المضارع)
- Fi’il amr (فعل الأمر)
Fi’il madhi
Fi’il madhi adalah fi’il yang menunjukkan suatu peristiwa yang terjadi pada waktu lampau atau past tense di dalam bahasa inggris.
Contohnya :
خَلَقَ (kholaqo)=telah menciptakan
خَرَجَ (khoroja)= telah mengeluarkan
أََمَرَ (amaro)=telah memerintahkan
أَكَلَ (akala)=telah memakan
Dengan berbekal isim dhomir yang telah kita pelajari sebelumnya, fi’il di atas dapat kita rubah sesuai dengan dhomir atau kata gantinya.
Contoh :
خَلَقَ (kholaqo)=dia (lk) telah menciptakan
خَلَقَا (kholaqoo)= dia (2 org lk) telah menciptakan
خَلَقُوا (kholaquu)=mereka (lk) telah menciptakan
خَلَقَتْ (kholaqot)=dia (pr) telah menciptakan
خَلَقَتَا (kholaqotaa)= (2 org lk) telah menciptakan
خَلَقْنَ (kholaqna)= mereka (pr) telah menciptakan
خَلَقْتَ (kholaqta)=kamu (lk) telah menciptakan
خَلَقْتُمَا (kholaqtuma)=kamu (2 org lk) telah menciptakan
خَلَقْتُمْ (kholaqtum)=kalian (lk) telah menciptakan
خَلَقْتِ (kholaqti)=kamu (pr) telah menciptakan
خَلَقْتُمَا (kholaqtuma)=kamu (pr) (2 org lk) telah menciptakan
خَلَقْتُنَّ (kholaqtunna)=kalian (pr) telah menciptakan
خَلَقْتُ (kholaqtu)=saya telah menciptakan
خَلَقْنَا (kholaqnaa)=kami telah menciptakan
Atau dalam kata yg lain
Perubahan kata di atas, termasuk ke dalam ilmu shorof atau dengan kata lain tasrif lughowi
Fi’il mudhori
Fi’il mudhori adalah fi’il yang menunjukkan suatu peristiwa yang terjadi pada waktu sekarang atau akan datang. Jadi bisa continous tense atau future tense.
Contoh :
يَخْلُقُ (yakhluqu)=sedang/akan menciptakan
يَخْرُجُ (yakhruju)= sedang/akan mengeluarkan
يَأْمُر (ya’muru)= sedang/akan memerintahkan
يَأْكُلُ (ya’kulu)= sedang/akan memakan
Tasrif lughowinya
Urutan kata gantinya sama dengan fi’il madhi.
Fi’il amr
Fi’il amr adalah fi’il yang menunjukkan atas suatu tuntutan, atau dalam kata lain disebut kata perintah.
Contoh :
اُدْخُلْ (udkhul)=masuklah
اُخْرُُجْ (ukhruj)=keluarlah
إِجْلِسْ (ijlis)=duduklah
اِِرْفَعْ (irfa’)=angkatlah
Tashrif lughowinya
Karena berupa perintah, maka kata ganti pertama dan ketiga tidak ada.
READ MORE - fi’il adalah suatu kata
READ MORE - fi’il adalah suatu kata

ilmu nahwu adalah

Yang dimaksud dengan ilmu nahwu adalah ilmu yang mempelajari kaedah-kaedah mengenai perubahan keadaan suatu kata, dimana biasanya perubahan ini bisa berupa harokat akhir suatu kata atau bentuk akhir dari suatu kata.
Contoh Perubahan harokat akhir suatu kata :
جَاءَ رَجُلٌ Seorang laki-laki datang
رَأَيْتُ رَجُلاً Aku melihat seorang laki-laki
مَرَرْتُ بِرَجُلٍ Aku bertemu dengan seorang laki-laki
Dari contoh di atas, terlihat perubahan harokat akhir huruf ل (lam) dimana perubahan ini tergantung dari susunan atau keadaan kata pada kalimat.
Contoh perubahan bentuk akhir suatu kata:
جَاءَ الْمُسْلِمُوْنَ Para kaum muslimin datang
رَأَيْتُ الْمُسْلِمِيْنَ Aku melihat para kaum muslimin
مَرَرْتُ بِالْكَافِرَيْنِ Aku berpapasan dengan 2 orang kafir
Dari contoh di atas, terjadi perubahan bentuk الْمُسْلِمُوْنَ menjadi الْمُسْلِمِيْنَ , yang disebabkan susunan atau letak dari kata tersebut di dalam kalimat. Sehingga ilmu yang mempelajari perubahan harokat akhir suatu kata atau bentuk akhir kata inilah yang disebut dengan ilmu nahwu.
Dalam Ilmu Bahasa Arab, pembahasan mengenai Ilmu Nahwu tidaklah terlepas dari Ilmu Shorof.
Ilmu Shorof adalah ilmu yang mempelajari kaedah-kaedah perubahan kata, dimana dengan berubahnya kata, menjadikan perubahan pada maknanya.
Jika Ilmu Nahwu membahas mengenai perubahan akhir dari suatu kata, baik perubahan dalam harokat atau bentuknya, maka Ilmu Shorof membahas mengenai perubahan kata itu sendiri.
Contoh :
نَصَرَ (Nahsoro) Telah menolong (kata kerja)
يَنْصُرُ (Yanshuru) Sedang/akan menolong (kata kerja)
نَاصِرٌ (Naashirun) Orang yang menolong (Subjek)
مَنْصُوْرٌ (Manshuurun) Orang yang ditolong (Objek)
Dari contoh di atas, ada 3 huruf yg sama, yakni ن (nun), ص (shod), ر (ro) yang membentuk kata نَصَرَ sebagai kata dasarnya, sedangkan kata2 lainnya merupakan turunan dari kata dasar tersebut. Jadi kalau ingin cari arti kata مَنْصُوْرٌ di kamus, jangan mulai mencarinya dari huruf م (mim) melainkan dari huruf ن (nun) dari kata نَصَرَ, karena kata مَنْصُوْرٌ adalah turunannya
Dari hal ini, terlihat perbedaan dari ilmu nahwu dan ilmu shorof. Jika kita ringkas, ilmu nahwu adalah ilmu mengenai suatu kata ketika telah masuk dalam kalimat, adapun ilmu shorof adalah ilmu mengenai suatu kata sebelum masuk ke dalam kalimat yang meliputi perubahan bentuk katanya.
Agar lebih mudah lagi memahami, perhatikan kalimat berikut
لا يعلم مِنْ إيضاح جمل علْم الكتاب أحد جهل سعة لسانِ العرب
“Seseorang tidak akan mengetahui penjelasan susunan kata yang dikandung ‘ilmu Al Quran jika ia tidak mengerti akan luasnya bahasa Arab”.
READ MORE - ilmu nahwu adalah
READ MORE - ilmu nahwu adalah

macam fiil

macam fiil
Pembagian fi'il menurut waktunya
Fi'il madhi
Fi'il yang menunjukkan waktu lampau,
contoh : خَلَقَ
Fi'il mudhori
Fi'il yang menunjukkan waktu sekarang atau akan datang,
contoh : يَخْلُقُ
Fi'il amr
Fi'il yang menunjukkan tuntutan suatu perbuatan (kata perintah),
contoh: اُخْلُقُ
Pembagian fi'il menurut subjeknya
Fi'il ma'lum
Adalah fi'il yang disebutkan pelakunya,
contoh : كَتَبَ
Fi'il majhul
Adalah fi'il yang dihapus pelakunya,
contoh : كُتِبَ
Pembagian fi'il menurut objeknya
Fi'il lazim
Adalah fi'il yang tidak membutuhkan objek,
contoh : قَامَ
Fi'il muta'addi
Adalah fi'il yang membutuhkan objek,
contoh : ضَرَبَ
Pembagian fi'il menurut susunannya
Fi'il tsulasi mujarrod
Adalah fi'il yang berjumlah 3 huruf dengan keseluruhannya adalah huruf asli,
contoh : مَنَعَ
Fi'il tsulatsi maajid
Adalah fi'il yang berjumlah 3 huruf yang mengalami penambahan baik satu, dua atau tiga huruf,
contoh : اِنْطَلَقَ
Fi'il ruba'I mujarrod
Adalah fi'il yang berjumlah 4 huruf dengan keseluruhannya adalah huruf asli,
contoh : دَحْرَجَ
Fi'il ruba'I maajid
Adalah fi'il yang berjumlah 4 huruf yang mengalami penambahan baik satu atau dua huruf,
contoh : تَدَحْرَجَ
Pembagian fi'il menurut bangunannya
Fi'il shohih mahmuuz (مَهْمُوْزٌ)
Adalah fi'il shohih yang salah satu hurufnya adalah hamzah.
Contoh: سَأَلَ
Fi'il shohih mudo'af (مُضَعَّفٌ)
Adalah fi'il shohih yang huruf kedua dan ketiganya adalah sejenis,
Contoh : مَدَّ
Fi'il shohih saalim (سَالِمٌ)
Adalah fi'il shohih selain mahmuz dan mudho'af,
Contoh : سَمِعَ
Fi'il mu'tal Mitsaal (مِثَالٌ)
Adalah fi'il yang kata kerja pertamanya dimulai dengan huruf illat (wau/ya),
Contoh : وَعَدَ
Fi'il mu'tal Ajwaf (أَجْوَفٌ)
Adalah fi'il yang huruf keduanya merupakan huruf illat (wau/ya),
Contoh : خَافَ
Fi'il mu'tal naaqish (نَاقِصٌ)
Adalah fi'il yang huruf terakhirnya terdiri dari huruf illat (wau/ya),
Contoh : رَضِيَ
Fi'il mu'tal lafiif (لََفِيْفٌ)
Adalah fi'il yang huruf pertama dan terakhirnya adalah huruf illat (wau/ya),
Contoh : وَقَي
Fi'il mu'tal multawi (مُلْتَوِي)
Adalah fi'il yang huruf kedua dan akhirnya adalah huruf illat (wau/ya),
Contoh: شَوَى
Jenis-jenis fi'il yang mu'rob
Hanya pada fi'il mudhori yang tidak bersambung dengan nun inats (menunjukkan perempuan) dan nun taukid (penegasan)
Jenis-jenis fi'il yang mabni
Fi'il madhi
Fi'il mudhori yang bersambung dengan nun inats dan nun taukid
Fi'il amr
READ MORE - macam fiil
READ MORE - macam fiil

Ciri-ciri Isim

Ciri-ciri Isim
Isim mempunyai ciri yang sudah ditentukan, apabila suatu kata dimasuki oleh salah satu ciri isim maka itulah yang dinamakan isim.
Ciri-ciri isim antara lain :
1) Menerima (ال), contoh
رجل - كتالب – دار – حق.
Apabila contoh-contoh diatas menerima (ال) maka :
الرجل – الكتااب – الد ار – الحق.
2) Menerima tanwin,adalah nun zaidah yang mati (نْ) yang disertakan diakhir isim yang ada dalam ucapan namun tidak ada dalam tulisan, contoh dalam kata :
رَجُلُ )( tapi didengar ( رَجُلٌنْ ). Contoh :
Macam-macam tanwin
Tanwin adalah salah satu ciri yang sudah ditentukan menjadi ciri isim, tanwin terbagi empat :
· Tanwin tamkin adalah tanwin yang selalu disertakan pada isim mu’rab, contoh :
مُحَمَّدٌ - غلاَ مٌ – حُدًى ، فَتًى – سَاعٍ – قاَ ضٍ ، دَاعٍ.
· Tanwin tankir adalah tanwin yang selalu disertakan kepada isim mabni yang diakhirnya terdapat lafadz ( وَيْهِ)untuk membedakan antara ma'rifat dan nakiroh, dan tanwin tankir juga masuk pada sebagian isim fi’il.contoh :
سَلَّمْتُ عَلَي عَمْرَوَيْهِ وَعَمْرَوَيْهٍ اَخَرْ.
إِ يَّهِ يَا صَدِ يْقِى.
Apabila kita mengucapkan dengan tidak memakai tanwin maka kita mengucapkan sesuatu yang sudah ditentukan dalam pengertian khusus tapi apabila kita mengucapkan dengan memakai tanwin maka kita mengucapkaqn sesuatu yang belum ditentukan dalam artian masih umum
· Tanwin muqabalah yaitu adalh tanwin yang selalu disertakan pada jama’ muannassalim dalam membedakan (ن)jama’ mudakarsalimcontoh :
عَسَي رَبُّهُ إِنْ طَلَّقَكٌنَّ اَنْ يُبْدِ لَهُ أَزْوَاجًا خَيْرًا مِنْكُنَّ مُسْلِمَا تٍ مُؤْمِنَا تٍ قَا نِتَا تٍ تاَ ئِباَ تٍ عَا بِ دَاتٍ ساَ ئِحَا تٍ ثَيْباَ تٍ وَأَبْكَارًا.
· Tanwin iwad, adalah tanwin yan g masuk pada sebagian kalimat untuk menjadi pengganti dari jumlah, kalimat / haraf.
- Tanwin iwad dari jumlah adalah yang disertakan pada lafadz ( اِذْ ) untuk jadi pengganti dari jumlah yang disandarkan pada jumlah, contoh :
ذَهَبْتٌإِلَي الْمَلْعَبِ, وَحِيْنَئِدٍ اِسْتَمْتَعْتُ بِمَبَارَاةٍ جَيْدَة.
Yang sebenarnya :
وَحِيْنَإِذْ (ذَهَبْتُ إِلَى الْمَلْعَبِ) kemudian jumlahnya dibuang dan diganti dengan tanwin.
Dan contoh selain lafadz حِيْنَئِذٍ:... إلخ يًوْمَئِذٍ, وَعِنْدَ ئِذٍ, وَسَا عَتَئِذٍ
- Tanwin iwad dari kalimah adalah yang disandarkan kepada dua kata yaitu (كُلٌ وَ بَعْضٌ)jadi pengganti dari suatu perkara yang keduanya disandarkan kepada kalimat.
Contoh:
اِسْتَقْبَلْتُ الضُيُّوْ فَ وَرَحَّبْتُ بِكُلٍّ مِنْهُمْ
وَزَّعْتُ النُّقُوْدَ فَوَضَعْتُ بَعْضًا فِى حَافِظَتِيْ وَبَعْضًا فِى جَيْبِى
- Tanwin iwad dari huruf adalah yang disertakan pada wajan (فَوَاعِلَ) pada jama’nya wajan فَاعِلَةٍ.
Contoh yang mu’tal lam:وَغَوَاشٍ د َوَاعٍ وَجَوَارٍ
Contoh ketika jar dan rofa’: لِدَوَاعٍ كَثِيْرَةٍ دَعَوْتُكُمْ لِلْاِ جْتِمَاعِ
Salah satu ciri isim adalah memakai tanwin, namun ada isim yang tidak memakai tanwin yang disebut isim ghoir mungsorif. Kalimat isim tidak boleh memakai tanwin apabila dalam isim tersebut terdapat alif lam, yangdiidofatkan, yang ditasniyahkan, yang dijama’kan kepada jama mudzakar salim, kalimat yang dilarang memakai tanwin, atau isim tersebut memakai sifat dengan kalimat (اِبْنٌ).
Contoh:
الكِتَابُ, كِتَابُ الطَالِب, كِتَابَانِ, مُهنَدَ سُوْنَ, أَحْمَدُ, مُحَمَّدُ بْنُ عبدالله
3) Menerima haraf nida
Contoh:
ياَ مُحَمَّدُ, اِجْتِهَدْ
يَا سَا ئِقًا سَيَّارَتَهُ, لاَ تُسْرِعْ
يَأَ يُّهَا العَامِلُ, أَتْقِنْ عَمَلَكَ
يَا مَنْ يَعْلَمُ السِرَّ وَالنَّجْوَى, اِغْفِرْ لِى
يَا هَذَا, اِتَّقِ اللَه
يَا اِيَّاكَ, قَدْ سَا عَدْ تُكَ
4) Isim yang baru, atau yang disandarkan pada isim
Contoh:
اِقْتَرَبَ الاِ مْتِحَانُ. هَلْ اِسْتِعْدَدَتَ لَه؟
شَكَرَنِى الَّذِى سَا عَدْ نُه
(مَا عِنْدَ كُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللهِ بَاقٍ) (قران)
Dari semua contoh diatas, itu adalah yang baru-baru datang atau musnad ilahi, dengan adanya ciri isim ini maka dapat diketahui dzomir rofa’ muttasil, karena dzomir rofa’ muttasil tidak diterima dalam ciri isim dan dengan adanya dzomir rofa’ muttasil maka kita dapat mengetahui sebagian macam kalimat.
5) Menerima harap jar
Apabila ada suatu kata yang di jar kan oleh harap jar atau idofat, maka itu adalaj isim
Contoh:
رَأْسُ الْعَقْلِ مُدَارَاةُ النَّاسِ
يَنْبَغِى أَنْ تُشْنِى عَلَى كُلِّ رَجُلِ وَا جِبَه بِاِ خْلَاصِ
READ MORE - Ciri-ciri Isim
READ MORE - Ciri-ciri Isim

Kata di dalam bahasa arab

Kata di dalam bahasa arab terbagi menjadi 3 :
- Isim
- Fi’il
- Huruf
Pada pelajaran kedua ini, kita hanya membahas isim terlebih dahulu.
Pengertian isim
Isim adalah kata yang bermakna namun tidak terikat dengan waktu.
Contoh :
دِيْنٌ : agama
بَيْتٌ : rumah
دَيْنٌ : hutang
قَلَمٌ : pena
بَابٌ : pintu
شَجَرَةٌ : pohon
Dengan melihat contoh di atas, dapat kita katakan bahwa isim merupakan kata benda menurut bahasa Indonesia.
Di dalam bahasa arab, kita dapat mengetahui suatu kata disebut sebagai isim dengan mengetahui ciri-cirinya.
Diantara ciri-ciri isim adalah
1. Berharokat kasroh atau kasrohtain : Jika suatu kata mempunyai akhiran kasroh, maka bisa dikatakan ia adalah isim.
Contoh :
رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِالإِْسْلاَمِ دِيْنًا
Kata yang di garis bawah (للهِ dan لإِْسْلاَمِ) di atas termasuk isim, dikarenakan akhiran katanya berupa harokat kasroh.
2. Tanwin : Jika suatu kata berakhiran tanwin, maka ia adalah isim.
Contoh :
ضَرَبَ اللهُ مَثَلاً كَلِمَةً طَيِِّبَةً
Kata bergarisbawah (مَثَلاً كَلِمَةً طَيِِّبَةً) di atas merupakan isim, terlihat dari adanya tanwin pada akhirannya.
3. Terdapat ال pada awal kata
Contoh :
المَلِكُ القُدُّوْسُ السَّلاَمُ
Kata yang bergaris bawah (keseluruhan kata) di atas merupakan isim, karena bergandengan dengan ال. Perlu diketahui, jika suatu isim bergandengan dengan ال, maka isim tersebut tidak boleh di tanwin, begitu pula sebaliknya, sehingga isim tidak boleh kemasukan tanda ال dan tanwin pada satu kata, namun isim harus mempunyai salah satu dari kedua tanda di atas, baik itu ال saja atau tanwin saja.
4. Terletak setelah huruf jer
Diantara huruf-huruf jer adalah :
(مِنْ – إِلَى – عَنْ – عَلَى – فِي – رُبَّ – بِـ - كَا – لِـ.. )
من (min) Dari
إلى (ila) Ke
عن ('an) Dari
على ('ala) Di atas
في (fi) Di dalam
رب (rubba) Betapa banyak, acapkali
ب (bi) Dengan
ك (ka) Seperti
ل (li) Milik, Kepunyaan
Contoh :
فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ
Dari contoh di atas, kata بَيْتٍ dan بُيُوْتِ , termasuk isim karena terletak setelah huruf jer.
5. Idhofah (penyandaran)=Mudhof mudhof 'ilaih : Jika terdapat dua kata yang bergandengan, dengan kata yang kedua mempunyai akhiran kasroh, maka kedua kata tersebut kemungkinan besar adalah isim.
Contoh :
كِتَابُ مُحَمَّدٍ Kitabnya muhammad
دِيْنُ الإِسْلاَمِ Agama Islam
kata pertama sebagai mudhof (yg disandarkan) dan kata kedua sebagai mudhof ilaih (yang menyandarkan) Kata yang kedua di atas adalah isim, karena idhofah, dan terlihat pada kata kedua mempunyai akhiran kasroh. Dari kelima ciri-ciri di atas, diharapkan para pembaca dapat mengetahui suatu isim di dalam al-qur’an atau hadist, karena ketiga jenis kata ini, yakni isim, fi’il dan huruf merupakan hal dasar yang harus dikuasai bagi pembaca, karena kesulitan di dalam membedakan ketiga jenis ini, maka mempelajari bahasa arab menjadi suatu hal yang sangat-sangat sulit. Soal :
Tentukan isim-isim dari ayat berikut beserta tanda-tandanya!!
١. وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ ءَامِنُوا كَمَا ءَامَنَ النَّاسُ قَالُوا أَنُؤْمِنُ كَمَاءَامَنَ السُّفَهَاءُ أَلاَ إِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَاءُ وَلَكِن لاَيَعْلَمُونَ ٢. أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنسَوْنَ أَنفُسَكُمْ وَأَنتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَـابَ ٣. وَاعْبُدُوا اللهَ وَلاَتُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ٤. وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أَمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ٥. فَلاَ وَرَبِّكَ لاَيُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لاَ يَجِدُواْ فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
READ MORE - Kata di dalam bahasa arab
READ MORE - Kata di dalam bahasa arab

Wednesday, September 3, 2014

mendidik anak

mendidik anak sangatlah penting untuk terus dinasihatkan agar kita selalu ingat betapa pentingnya tugas itu untuk keharmonisan keluarga kita didunia dan lebih2 untuk keberhasilan keluarga kita di masa depan yaitu masuk surga yang kita cita-citakan. Di hadis Bukhori, Rosululloh SAW bersabda:
“….warrojulu roin ala ahli baitihi wahuwa mas ulun an roiyyatihi.wal mar atu roiyyatun ala ahli baiti zaujiha wawalidihi wahiya mas ulatun anhum…”
Artinya:
“…bapak adalah penggembala bagi semua anggota keluarganya dan nanti akan ditanya (diminta pertanggung jawabannya) atas gembalaannya itu.dan istri adalah penggembala bagi anggota keluarga nya ,dan nanti dia akan ditanya atas gembalaannya itu…”
Di surat At tahrim :6 ,Alloh berfirman:
“Ya ayyuhalladhina amanu qu anfusakum wa ahlikum naron…”
Artinya:
“Wahai orang iman ,jagalah dirimu dan keluargamu dari neraka…”
Marilah kita perhatikan sabda Rosululloh SAW di Hadis Abu Dawud :
“Muru auladakum bissolati wahum abnau Sab’i sinina,wad ribuhum alaiha wahum abnau asrin.wafarriku bainahum fil madoji-i “
Artinya:
“Perintahkanlah anak kalian untuk sholat saat masuk usia 7 tahun.dan jika berumur 10 tahun dia tidak mau sholat,maka pukullah(yang tidak merusak/hanya sebagai pelajaran),dan pisahilah tempat tidur mereka(tidak boleh tidur seranjang dg anak yg beda kelamin dg ortu nya saat sudah usia 10 th keatas)”.
Disinilah kita sebagai orangtua harus mendidik anak-anak kita sejak usia dini untuk mengenal sholat dan ibadah lainnya. Karena saat usia dinilah mereka akan mudah menyerap pelajaran2 dan kebiasaan-kebiasaan tersebut. Kalau mereka sudah besar baru diajari sholat dan ibadah lainnya,maka sudah terlambat,dan akan menjadi susah untuk diterapkan. Rosululloh SAW bersabda di Hadis Bukhori: “Kullu mauludin yuladu alal fitroh.fa abawahu yuhawwidanihi au yunassironihi au yumajjisanihi…” Artinya: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci. Maka kedua orangtua nya lah yang menjadikan mereka menjadi orang yahudi,nasrani atau majusi…” Sangat luar biasa peran orangtua !. Semua tergantung orangtua. Dihadis yang lain,Rosululloh SAW bersabda: “Anak itu sebagaimana kertas putih.tergantung orangtua nya mau menulisi hitam atau merah kepada anak tersebut…” Jadi ? Mari kita ajari, Mari kita bimbing, Mari kita arahkan, Semua anak-anak kita ke jalan Alloh,jalan yang lurus ,jalan ke arah Surga. Bagaimana caranya? Tentu saja kita sebagai orang islam harus mengikuti cara-cara yang diterapkan oleh panutan kita yaitu Rosululloh SAW dalam mendidik/meramut keluarga beliau, sebagaimana yang ditegaskan oleh Alloh di surat Al ahzab:21 “Laqod kana lakum firosulillahi uswatun khasanah liman kana yarjulloha wal yaumal akhir..” Artinya: “Sungguh Rosululloh adalah panutan bagi kalian yang berharap bertemu Alloh dan hari akhir..” Maka mari kita perhatikan beberapa sabda Rosululloh SAW lainnya dalam masalah meramut dan mendidik anak-anak dan anggota keluarga :
1.Sabda Rosul di Hadis Tobrani:
“Ainu auladakum alal birri…”
Artinya:
“Menolonglah pada anak-anak kalian dalam urusan mengajari kebaikan…”
2.Sabda Rosul di Hadis Al hakim:
“Ma nakhala walidun waladahu afdola min adabin khasanin”
Artinya:
“Tidak ada pemberian orangtua kepada anaknya yang lebih utama selain memberi pelajaran akhlakul karimah kepada anaknya “
3.Di hadis Tirmidhi,Ibnu Abbas bercerita bahwa saat dia ada dibelakang Nabi,Nabi berkata kepada anak kecil :br /> “Wahai bocah,mari aku ajari kamu.” Jagalah Alloh,maka Alloh akan selalu menjagamu, jika kamu ingin minta, maka mintalah kepada Alloh.dan jika kamu butuh pertolongan, maka minta tolonglah kepada Alloh..”
4.Di Hadis Bukhori, sahabat Umar bin abi salamah bercerita bahwa saat itu dia masih bocah kecil,dan saat akan makan, rosululloh bersabda:
“Wahai anak, bacalah dulu bismillah lalu makanlah dengan tangan kanan mu…”
Dan masih banyak lagi contoh-contoh yang diberikan oleh Rosululloh SAW kepada kita sebagai orangtua dalam mendidik putra-putri kita di jalan Alloh,sehingga putra-putri kita menjadi anak-anak yang terlatih dalam kehidupan beragama yang sangat bermanfaat bagi mereka ,baik dunia maupun akhirat. Dan bagaimana kalau kita,orangtua malas atau enggan untuk mendidik putra-putri kita dalam urusan agama? Ini yang sangat bahaya,baik bagi anak-anak kita maupun bagi kita orangtua sendiri. Bagi anak-anak,jelas akan jauh dari agama,jauh dari akhlakul karimah dan jauh dari beribadah kepada Alloh. Hati mereka jadi keras, susah diingatkan dan bahkan bisa keluar dari agama islam ! Lalu bagaimana dengan orangtua???. Di Hadis Nasai,Rosululloh SAW bersabda:
Ada 3 orang yang kelak dihari kiamat Alloh tidak sudi melihat mereka. 1. anak yang melukai orangtua,
2. wanita yang berhias seperti lelaki,
3. orangtua yang dayus,yaitu membiarkan anaknya ,tidak mendidik anak2nya dalam beribadah kepada Alloh
Maka,marilah kita ikuti tuntunan kita yaitu Alquran dan Hadis ,untuk mendidik putra-putri kita di dalam kebenaran ,mengarahkan mereka untuk rajin beribadah kepada Alloh, mengajari mereka mengaji Alquran dan Hadis, mulai bacaan nya, makna dan artinya Alquran dan hadis serta bersama-sama mengamalkan semua yang ada di dalam Alquran dan Hadis, agar kita bisa bahagia didunia dan mati masuk surga yang kita cita-citakan bersama. Amin.
READ MORE - mendidik anak
READ MORE - mendidik anak

Nabi Ayyub

Nabi Ayyub adalah salah seorang manusia pilihan dari manusia-manusia pilihan Alloh . di dalam KitabNya, Alloh telah memujinya sebagai manusia yang mempunyai kesabaran luar biasa dalam menghadapi berbagai macam ujian yang sangat-sangat berat dan ekstrim. Iblis sangat kesal mendengar pujian-pujian Alloh untuk seorang keturunan Adam yang dia telah bersumpah untuk menyesatkannya sejak dia dikeluarkan dari Surga. Iblis tidak rela melihat anak cucu Adam menjadi orang iman yang baik,ahli ibadah yang tekun dan selalu melakukan amal sholeh sesuai dengan perintah Alloh. Iblis pun berusaha menggoyahkan keimanan Nabi Ayyub dengan berbagai macam usaha.mula-mula Iblis menghancurkan harta kekayaan Nabi Ayyub, sehingga atas seijin Alloh,Nabi Ayyub yang asalnya kaya raya menjadi bangkrut dan jatuh sangat miskin. Tetapi usaha Iblis sia-sia. Meski Nabi Ayyub jatuh miskin,dia tetap bersukur kepada Alloh dan semakin mendekatkan dirinya kepada Alloh. Iblis lalu pergi bersama sekutunya menuju tempat tinggal para putra Nabi Ayyub yaitu sebuah gedung yang besar,megah dan indah. Lalu gedung megah itu digoyang-goyang sehingga rubuh hancur berantakan dan menimpa seluruh penghuninya. Lalu Iblis mendatangi Nabi Ayyub,menyampaikan kabar berita buruk tersebut dengan menyamar sebagai teman Nabi Ayyub: “Wahai Ayyub, sudahkah kamu mendengar kabar semua putra-putramu mati tertimbun reruntuhan gedung yang ambruk terkena gempa bumi? Rupanya Alloh tidak menerima ibadahmu dan amalsholehmu serta tidak melindungi kamu dan keluargamu.terbukti putra-putramu dibiarkan tewas tertimbun gempa bumi….padahal selama ini kamu rukuk dan sujud siang malam” Nabi Ayyub menangis sambil berkata: “Allohlah yang maha memberi dan Dia pula yang mengambilnya.segala puji bagi Alloh yang maha memberi dan maha mengambil “ Lalu Iblis meninggalkan Nabi Ayyub dalam keadaan sujud.Iblis sangat kesal dan marah karena dia kembali gagal total dalam membujuk dan menghasut Nabi Ayyub. Justru Nabi Ayyub semakin mendekatkan diri ke Alloh. Kemudian Iblis bersama-sama balatentaranya menaburkan benih-benih penyakit ke tubuh Nabi Ayyub. Akibatnya,Nabi Ayyub menderita berbagai macam penyakit seperti demam,batuk dan lain nya.semakin lama tenaganya makin lemah, badannya makin kurus,wajahnya makin pucat dan muncul bintik-bintik disekujur kulitnya. Lama-lama makin gatal dan menjadi luka yang bernanah dan berbau sangat busuk. Bau busuk memenuhi ruangan dimana Nabi Ayyub terbaring lemah tak berdaya,sehingga siapapun tak tahan dekat-dekat Nabi Ayyub.ditambah dengan berita bahwa penyakit nya menular sehingga semua teman-temannya menjauhinya. Hanya Istrinya saja yang tetap setia mendampinginya. Dia merawat Nabi Ayyub dengan penuh kasih sayang dan kesabaran tanpa pernah mengeluh. Iblis terus mengawasi Nabi Ayyub. Dalam keadaan yang sangat parah itu, Nabi Ayyub tetap berdhikir dan beribadah kepada Alloh.bila Dia merasakan sakit disekujur tubuhnya,dia tidak pernah mengeluh atau mengaduh,tapi hanya nama Alloh yang selalu dia sebut.kalimat istighfar dan mohon perlindungan Alloh terus menerus menghiasi bibirnya. Melihat hal itu,Iblis semakin kesal dan marah.iblis merasa sangat putus asa Karena segala daya upaya,tipu muslihat sudah dikerjakan untuk menggoda,menghasut dan merusak keimanan Nabi Ayyub ternyata gagal total.Nabi Ayyub tetap tabah menghadapi segala ujian,musibah dan cobaan yang menimpa diri dan keluarganya. Iblis kehabisan akal.akhirnya dia meminta pendapat kepada para sekutunya,apalagi yang harus dilakukan untuk menghancurkan keimanan Nabi Ayyub. Iblis bertanya pada sekutunya: “Dimanakah kehebatan tipudaya kalian? Yang selama ini tidak pernah gagal menebarkan benih was-was dan keraguan kedalam hati manusia??” Salah satu sekutu Iblis menjawab: “Engkau telah berhasil mengeluarkan Adam dari Surga.dari arah mana engkau mendatangi Adam?” “Iya….dari istrinya….hawa…”Jawab Iblis. “Betul.datangi dia dari istrinya yang telah lelah merawatnya meski dia tetap patuh dan setia…” Jawab sekutu Iblis. “Benar .hanya itu yang belum kita coba.kali ini dengan menghasut istrinya pasti kita berhasil ! ” Iblis menjawab gembira. Akhirnya Iblis mendatangi istri Nabi Ayyub dengan menyamar sebagai teman Nabi Ayyub: “bagaimana kabar suamimu? “ “Dia terbaring lemah.sakitnya semakin parah,sudah tidak bisa apa-apa lagi” Kata-kata istri Nabi Ayyub menimbulkan harapan bagi Iblis.kali ini dia yakin pasti akan berhasil. Maka diingatkanlah istri Nabi Ayyub saat-saat masa lalu mereka hidup dengan bahagia,mesra,sehat dan kayaraya.kehidupan masalalu yang sempurna dan menyenangkan. Lalu keluarlah Iblis dari rumah Nabi Ayyub meninggalkan istri Nabi Ayyub yang duduk termenung sendiri ,mengenang masalalunya,kesejahteraan hidupnya dan kejayaan suaminya. Membandingkan dengan masa sekarang yang penuh dengan kemiskinan dan penderitaan yang luar biasa.yang berawal dari musnahnya kekayaan dan harta benda,kematian putra-putranya lalu disusul dengan penyakit suaminya yang parah itu. Istri Nabi Ayyub merasa kesepian sendirian dirumah bersama suaminya yang terbaring sakit, tidak ada teman,kerabat yang datang karena mereka takut tertular penyakit Nabi Ayyub. Istri Nabi Ayyub mendatangi suaminya seraya berkata: “Wahai suamiku ,sampai kapan engkau tersiksa oleh Tuhanmu? Dimana kekayaanmu,kesejahteraanmu,putra-putramu,sahabat-sahabatmu dan tetangga-tetanggamu?.alangkah indahnya masa lalu kita ,badan sehat,kayaraya,bersama putra_pura kita,kita selalu bahagia.mohonlah pada Tuhanmu agar kita dibebaskan dari segala penderitaan dan musibah yang berkepanjangan ini….”
READ MORE - Nabi Ayyub
READ MORE - Nabi Ayyub

Alam kubur

Alam kubur
Begitu seorang manusia meninggal dunia, maka semuanya akan ditinggalkannya. Istri yang cantik, putra-putinya yang lucu-lucu, rumahnya yang besar dan mewah, mobil nya yang berjumlah delapan buah, semua nya ditinggalkan dan memang tidak bersedia mengikutinya masuk ke alam kubur. Kini tinggallah dia sendiri berteman dengan sepi, hanya berselimut kain kafan yang putih. Sabda Rosululloh SAW: “Idha matab nu adama inkota amalihi illa min salasatin sodaqotin jariyatin,au ilmin yuntafau bihi au walidin solihin yad u lahu” Artinya: “Ketika manusia mati,maka putuslah segala amalnya, kecuali 3 perkara(yg bisa terus sambung dg si mati) yaitu: Sodaqoh jariah,ilmu yang bermanfaat(ilmu agama yang diajarkan pada orang lain) dan anak yang sholeh yang selalu mendoakan pada orang tuanya”. Begitu tujuh langkah para keluarga,teman,handau taulan dan tetangga yang ikut mengantar dia ke kuburan pergi meninggalkan nya sendiri, maka datanglah malaikat yang langsung menginterogasinya dengan beberapa pertanyaan. Alam kubur adalah ‘akhirat kecil’ atau ‘akhirat tahap pertama’ yang akan dihadapi setiap orang setelah mati. Di alam kubur lah akan terlihat apakah dia kelak akan ke Surga atau ke Neraka. Nabi bersabda: “Jika di kubur seseorang disiksa,maka di akhirat kelak dia akan mendapatkan siksa yang lebih berat di neraka” Saat manusia di Alam kubur inilah ,dia akan tergantung AMAL nya selama di dunia dan HATI nya. Kalau amal nya baik,sesuai dengan Alquran dan Hadis ,lalu hati nya diniati karena Alloh,maka dikatakan oleh Malaikat di alam kuburnya: “Nam solihan” “tidurlah yang nyenyak” Lalu dia disinari dengan cahaya dari Surga sehingga dia terlelap tidur dengan nikmat sampai hari kiamat datang. bahkan saking nikmatnya tidur, seakan-akan dia tidur hanya sehari ,bahkan seolah-olah hanya Setengah hari saja ! Sebaliknya kalau Amal nya tidak sesuai dengan Alquran dan Hadis, maka Malaikat langsung memukul dan menyiksanya sampai badan dan tulangnya hancur. Dia disiksa terus sampai datangnya hari kiamat. Salah satu yang menyebabkan orang disiksa kubur ini adalah karena orang tersebut tidak bisa menjaga kesucian alias tidak bersih dari Najis yang disebabkan karena percikan air kencing. 1.Rosululloh SAW bersabda di Hadis Ibnu Majah: “Kebaanyakan siksa kubur adalah dari air kencing” 2.Rosululloh SAW bersabda di Hadis Muslim: “Sesungguhnya kedua orang ini di siksa kubur bukan karena perkara besar.yang pertama karena tidak menjaga dari percikan kencing….” 3.Rosululloh SAW bersabda di Hadis Daraqutni: “Bersihkanlah dirimu dari kencing,karena kebanyakan siksa kubur disebabkan oleh kencing” Agar kita selamat,maka kita harus mengerti tentang “ilmu bersuci dari najis” APAKAH NAJIS ITU? Pengertian Najis secara gampang adalah segala sesuatu yang dianggap kotor oleh agama,sehingga apabila kita terkena najis,maka tidak boleh untuk sholat. Apabila makanan terkena najis, maka tidak halal untuk dimakan. Apabila air terkena najis, maka tidak boleh untuk bersuci atau berwudhu. Disamping air kencing, yang juga masuk dalam kategori najis adalah: Tahi/kotoran manusia,kotoran binatang yang haram dimakan,darah haid,madzi,bangkai,babi,anjing dll Namun disini kita membatasi pembahasan kita pada najis akibat air kencing. Adallah suatu ironi yang luarbiasa, karena secara factual,nyata,kasat mata,kita bisa melihat hampir kebanyakan orang islam di negri ini TIDAK MENGERTI NAJIS. Ini bisa kita lihat dari praktek kehidupan sehari-hari mereka. Saat mereka kencing,mereka tidak melepas celana panjang mereka, mereka bahkan tidak faham sama sekali saat air kencing yang mereka keluarkan,memantul kepakaian mereka,memercik ketangan dan kaki mereka, tanpa mereka bersihkan secara memadai menurut agama. Hal ini diperparah dengan konstruksi kamar madi mereka yang jauh dari islami! kebanyakan kamar mandi mereka hanya punya bak mandi ukuran kecil yang volume airnya tidak ada DUA KOLA. Satu kola:sekitar 105 liter.jadi kalau dua kola :210 liter. Kalau bak mandi itu tidak ada dua kola, maka begitu ada najis yang masuk ke bak mandi,misalkan percikan air kencing,atau tangan kita terkena percikan kencing,kemudian kita celup kebak mandi yang isinya kurang dari dua kola,maka: SEMUA AIR DI DALAM BAK MANDI TADI MENJADI AIR NAJIS !!! Lalu kalau kemudian air najis itu kita pakai untuk bersuci,maka sama saja kita meratakan najis keseluruh badan kita. Kalau air tadi kita buat mandi, maka berarti kita mandi dengan air najis. Kalau air tadi kita pakai untuk menyucikan kaki,maka kaki kita jadi najis. Kalau kita menggunakan air tadi untuk mencuci pakaian, maka pakaian kita menjadi najis……dst……dst….. Lebih parahnya lagi, malah ada kamar mandi yang hanya meletakkan timba plastik kecil dibawah kran air. Biasanya untuk toilet yang untuk buang air besar atau wc. Anehnya lagi,bak kecil tadi diletakkan dibawah,di lantai. Pertanyaannya: Kalau kita kencing misalnya,apa tidak menciprati kedalam bak tadi? Pastilah cipratan nya masuk kebak yang pendek dan letaknya dibawah itu. Lalu air yang najis tadi kita gunakan untuk membersihkan kotoran kita? Apakah lalu dihukumi bahwa karena kita tidak melihat percikan najis itu,maka dianggap tidak najis??? Pasti salah kalau kita punya pendapat begitu. Hukum yang benar adalah: Kalau menurut akal logika bahwa pasti ada percikan najis yang seratus persen masuk /memantul masuk ke timbah yang rendah tadi,maka hukum nya jelas najis,karena isi timba tadi tidak ada dua kola. Lalu bagaimana solusinya? Gampang saja! Kalau membuat kamar mandi atau toilet, lengkapi dengan bak mandi besar yang volumenya lebih dari dua kola (210 liter). Insaalloh semua jadi beres. Karena kalau ada najis-najis sedikit,misalnya percikan air kencing yang mengenahi tangan kita misalnya, maka cukup celupkan saja tangan kita ke dalam bak mandi besar tadi,maka najis kita sudah lenyap dan air di bak mandi tadi tetap suci hukumnya. Yang kedua, jika ada percikan najis masuk ke bak besar tadi, maka air bak tadi tetap suci seratus persen. Gampang sekali bukan??? Jadi ingat,karena kita ini muslim, maka dalam membuat kamar mandi atau WC supaya mengikuti cara islami . Jangan meniru toilet-toilet yang ada di mall-mall atau hotel-hotel. Mereka jelas-jelas mengadopsi gaya barat,gaya orang-orang bule,liberalisme yang cenderung berkiblat pada agama nasrani dan yahudi. Bayangkan saja, sampai-sampai ada toilet yang tidak pakai air.yang ada hanya tissu !. Alangkah jauhnya dari islam. Maka mari kita kembali ke Agama Islam yang murni, yaitu Alquran dan Hadis. Wahai kaum muslim yang dimulyakan Alloh. Mulai sekarang,mari kita rubah kamar mandi dan WC kita menjadi islami. Kalau bak mandi kita kecil, maka mari kita perbesar sehingga bisa memuat air minimal dua kola. Agar kesucian kita terjaga, sehingga ibadah kita jadi sempurna . Dan yang lebih penting lagi, kita bisa terhindar dari bahaya siksa kubur kelak. Dan yang lebih ironis lagi, hampir 95 persen masjid-masjid diseluruh indonesia masih menggunakan bak mandi kecil, bahkan hanya menyediakan timba plastik kecil di kamar mandi atau WC masjid. Hal ini setidaknya kami ketahui lewat safari perjalanan /musafir kami antara lampung-bekasi-cirebon-semarang-tuban-surabaya-banyuwangi-denpasar Bali. kami kebetulan sering melakukan perjalanan jarak jauh tersebut dengan mobil bersama keluarga. Setiap waktu-waktu tertentu, kami selalu mampir di masjid-masjid besar maupun kecil yang ada disepanjang pesisir utara laut jawa ,di lintas timur sumatra maupun pulau bali. Hampir semua masjid, baik yang masjidnya besar dan indah maupun masjid yang kecil dan sederhana hanya punya kamar mandi atau WC yang kecil dengan bak mandi yang kecil pula. Sudah begitu, beberapa diantaranya malah airnya mampet atau ber kamar mandi jorok alias kotor tidak terawat.padahal masjidnya cukup megah. Bahkan lebih parah lagi, kami beberapa kali menemui masjid yang cukup besar dan ramai,tapi tanpa dilengkapi kamar mandi atau wc yang ada pintunya! Hanya tersedia tempat kencing di sekat-sekat tanpa pintu dan sebuah kran air tanpa tambahan selang plastik. Kita bayangkan, kita kencing dg mencopot celana (tapi tempatnya terbuka,tidak ada pintu) lalu kita putar kran air,maka muncratlah air dg kerasnya sehingga memantulkan air kencing kita kemana-mana,sehingga semuanya jadi najis ! Betapa ngerinya ! Inilah bahaya siksa kubur ! Mestinya, wahai bapak-bapak pengurus masjid yang terhormat ! Panjenengan sediakan kamar mandi yang ada pintunya, sehingga aurat kita tidak terlihat orang lain. Yang kedua, minimal panjenengan sediakan selang plastik di mulut kran itu,sehingga air yang keluar bisa pelan-pelan dan diarahkan dengan baik,sehingga tidak menciprati kemana-mana. Tapi lebih bagus lagi jika sediakan bak mandi besar disetiap kamar mandi dan wc yang kita bangun. Semakin banyak Masjid dikunjungi untuk sholat, maka semakin barokah mesjid tersebut.semakin banyak pahala amal jariah yang mengalir pada kaum muslim yang membangun ,mengurusi dan merawat masjid tersebut . Agar masjid itu menjadi idola kaum muslim yang mampir sholat, maka sangat tergantung dengan fasilitas kamar mandi dan WC nya. Sekedar tambahan, kami bahkan sering menjumpai masjid yang ‘kurang bersahabat dengan kesucian’. Masjid tersebut punya tempat wudhu dan kamar mandi yang agak ke dalam,sehingga setiap orang harus melewati lantai masjid yang suci,sandal harus dilepas. Parahnya, disitu tidak ada fasilitas kran air atau bak air untuk mencuci kaki sebelum masuk masjid. Kalau misalnya kaki kita kebetulan dalam keadaan najis, bagaimana cara kita menuju ke tempat kamar mandi atau kran air yang harus melewati lantai masjid yang suci??? Apakah dengan terbang??? Maka ,mari kita renungkan bersama-sama. Mari kita belajar “ilmu kesucian”, dan bersama-sama kita terapkan di rumah masing-masing, dan di masjid lingkungan kita terdekat. Mari kita ingatkan pengurus masjid tentang bahaya siksa kubur ini . Jangan takut dan sungkan. “Kulil khakko walau kana murron” Katakan yang benar tersebut, walaupun pahit akibatnya! Namun Alhamdulillah, ada beberapa masjid yang kami kunjungi itu benar-benar sempurna dalam menerapkan ilmu kesucian. Ada masjid besar,ada masjid sedang, ada mesjid kecil yang menyediakan beberapa kamar mandi besar(jumlah kamar mandinya lebih dari dua),indah,harum dan terawat,serta dengan bak air yang besar(lebih dari 3 kola) dan fasilitas air yang berlimpah ! Kami benar-benar kagum dan angkat jempol pada pengurus masjid yang hebat itu. Setelah kami hubung-hubungkan antara satu dengan lainnya, ternyata beberapa masjid yang hebat dalam menjaga kesucian dan berfasilitas kamar mandi sangat baik tersebut milik salah satu ormas dan majlis taklim yang memang sangat terkenal dalam kajian Alquran dan Hadis nya. Tapi, kami tidak ingin menyebutkan nama majlis taklim tersebut, agar tidak timbul fitnah dan konflik kepentingan yg memihak .kami ingin netral. Kami Hanya ingin kita kembali ke Ilmu Alquran dan Hadis. Mari kita terapkan, dengan mewujudkan kehidupan yang islami sesuai dengan ilmu. Kalau mereka bisa, kenapa kita tidak bisa??? Apakah mau, ibadah sholat kita tidak diterima,hanya gara-gara kekonyolan kita sendiri yang cuek dengan najis?
READ MORE - Alam kubur
READ MORE - Alam kubur

ALQUR’AN

Tidaklah dapat disangkal bahwa Islam sebagai agama Alloh yang haq yang diturunkan di Mekah dan Madinah berpedoman pada Alqur’an dan Hadis.
Sedangkan IJMAK,QIYAS,ASAL, dan AKAL termasuk didalam ALQUR’AN dan HADIS. Tujuan aslinya Islam MASUK SURGA SELAMAT DARI NERAKA. Islam bersifat KEAKHIRATAN dan membawa KERUKUNAN diantara sesama pemeluknya. Bahwa Islam menurut aslinya berpedoman pada Alqur’an dan Hadis adalah jelas,berdasarkan dalil-dalil haq dari Alquran dan Hadis :
1.Firman Alloh dalam Al jumuah:2
“Huwal ladhi ba-asa fil-ummiyyina rosulan minhum yatlu alaihim ayatihi wayuzakkihim wayuallimuhumul kitaba walkhikmata wain kanu minkoblu lafi dolalimmubin”
Artinya:
“Ia(Alloh) lah yang mengutus ditengah-tengah kaum ummi(tidak pandai baca tulis:bangsa arab) seorang Rosul dari kalangan mereka yang membacakan ayat-ayat Alloh pada mereka,mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab (Alquran) dan Hikmah(Hadis nabi). Sesungguhnya sebelum Alquran dan Hadis mereka berada didalam kesesatan yang jelas”
2. Sabda Rosululloh SAW dalam Muwatok Imam Malik:
“Taroktu fikum amroini lan tadillu matamassaktum bihima kitabillahi wasunnati nabiyyih”
Artinya:
“Aku tinggalkan ditengah-tengah kalian dua perkara yang kalian TIDAK AKAN TERSESAT selama Kalian berpegang teguh dengan dua perkara tersebut,yaitu Kitab Alloh(Alquran) dan Sunnah Nabi(Hadis)”
3.Sabda Rosululloh SAW dalam sunan Abu Dawud:
“Ala inni utitul kitaba wamislahu ma-ah”
Artinya:
“Ketahuilah ,sesungguhnya aku(Nabi) telah diberi Kitab(Alquran) dan yang sepadan dengan kitab itu besertanya(Hadis)”
4.Firman Alloh dalam Al-an am:153
“Wa anna hadha siroti mustaqima fattabiuhu”
Artinya:
“Sesungguhnya ini (Alquran) adalah jalanKu yang lurus.maka mengikutilah kalian”
5.Alloh berfirman dalam An nakhl:89
“Dan Kami Alloh menurunkan kepada engkau (Muhammad) kitab yang menerangkan,memberi petunjuk,memberi rohmad dan memberi kabar gembira bagi setiap muslim”
5.Firman Alloh dalam Albaqoroh :2
“Dhalikal kitabu laroiba fihi hudallil muttaqin”
Artinya:
“Demikian itu kitab Alquran tidak diragukan lagi(kebenarannya),sebagai petunjuk bagi orang yang taqwa”
6.Firman Alloh dalam Al an-am:126
“Wahadha sirotu robbika mustaqima.qod’ fassolnal-ayati liqoumiyyadh dhakkarun”
Artinya:
“Dan ini Alquran adalah jalan Tuhanmu yang lurus.sungguh telah menerangkan kami Alloh dengan ayat-ayat(Alquran) bagi kaum yang ingat( pada Alloh)”
7.Firman Alloh dalam Annisa’ :13
“Wamayyuti-illaha warosulahu yud’khilhu jannatin”
Artinya:
“Barang siapa yang mentaati Alloh(dengan menetapi/berpedoman Alquran) dan Rosul Nya(dengan menetapi Hadis Nya) maka Alloh akan memasukkan Orang itu ke Surga”
Jadi jelaslah bahwa kalau kita mengaku orang Islam,maka kita harus siap dan bersedia mengerjakan apa apa yang diperintahkan oleh Alloh dan Rosul Nya ,dan harus siap dan bersedia meninggalkan segala sesuatu yang dilarang oleh Alloh dan Rosul Nya. Bagaimana cara kita mengetahui peraturan-peraturan yang berisi perintah dan larangan Alloh dan Rosul,sedangkan kita tidak bisa melihat Atau berkomunikasi dengan Alloh, dan Rosul sudah wafat beratus ratus tahun yang lalu??? Jawabannya jelas ,dari dalil-dalil diatas tadi kita tidak akan tersesat selagi berpegang pada kitabnya Alloh,yaitu Alquran dan sunnahnya Rosul ,yaitu Hadis. Jadi kesimpulannya :kita mau tidak mau harus mempunyai kitab Alquran dan Hadis,lalu mempelajari isinya,kemudian mengamalkan isinya dalam kehidupan sehari-hari. Lalu pertanyaannya,sudahkah selama ini kita memiliki Alquran dan Hadis?? Pertanyaan ke dua: Sudahkah kita selama ini mempelajari isi Alquran dan Hadis??? Pertanyaan ke tiga: Sudahkah kita mengamalkan semua isi Alquran dan Hadis dalam praktek kehidupan kita sehari-hari? Bila jawaban atas ketiga pertanyaan diatas adalah :YA Maka sewaktu-waktu kita mati,kita wajib MASUK SURGA. Sebaliknya, kalau jawaban atas ke tiga pertanyaan diatas adalah :TIDAK atau BELUM Maka sewaktu-waktu kita mati,kita wajib MASUK NERAKA. Sesuai dengan firman Alloh dalam Annisa':14
“Wamayya’sillaha warosulahu wayata-adda khududahu yud’khilhu naron”
Artinya:
“Barang siapa menentang (sekedar tidak taat) kepada Alloh(tidak menetapi Alquran) dan Rosul Nya(tidak menetapi Hadisnya) maka Alloh akan memasukkan orang itu ke dalam NERAKA”
Sekarang mari kita rinci lebih detil lagi ,seperti apakah Alquran dan Hadis itu??? Insaalloh semua orang sudah tahu kitab Alquran.semua orang islam pasti punya dirumah. Tapi seperti apakah HADIS itu??? Hadis itu ada lah catatan-catatan para sahabat nabi mengenahi segala tuturkata,tingkah laku,perbuatan sehari-hari,ibadah Nabi Muhammad kepada Alloh,perintah-perintah dan larangan-larangan Nabi kepada umat islam. Hadis ini jumlahnya ratusan kitab. Ada 49 Hadis yang cukup terkenal. Diantara 49 Hadis diatas, ada 6 Hadis yang paling terkenal yang disebut KITABUSSITAH, yaitu: Bukhori,Muslim,Tirmidhi,Nasai,Abu Dawud dan Ibnu Majah.
Nah,sudahkah kita memiliki Hadis Bukhori misalnya??? Sudahkah kita mengaji isi Hadis diatas??? Sudahkah kita mengamalkan Hadis diatas untuk kehidupan kita sehari-hari???
Kalau jawabannya BELUM, alangkah ironisnya!!! Apalagi kalau kita bahkan belum pernah tahu sampulnya Hadis,lalu masih pantaskah kita mengaku orang islam mulai kecil,tapi sampai segini tua umur kita tapi belum pernah mengaji Hadis?? Bahkan sampulnya Hadis saja kita belum pernah melihatnya….
Perhatikan di hadis riwayat Ibnu khaban Rosululloh SAW bersabda:
“Innalloha ta-ala yubghidu kulla alimin biddun-ya jahilin bil akhiroh”
Artinya:
“Sesungguhnya Alloh MURKA pada orang yang pinter ilmu dunia tapi bodoh ilmu akhiratnya”
READ MORE - ALQUR’AN
READ MORE - ALQUR’AN

Sunday, August 4, 2013

kisah nabi adam

kisah nabi adam
Sesungguhnya manusia yang pertama kali dijadikan oleh Allah swt. adalah “Adam AS”. Beliau dijadikan dari tanah yang dibentuk berupa manusia, lalu ditiupkan roh kepadanya lantas jadilah berupa manusia (berupa, darah, daging, ruh) berupa Nabi Adam As. Sebelum adam wujud : Sebelum Allah swt mewujudkan Nabi Adam As (manusia pertama) Allah swt. sudah menjadikan dua mahluk yang berakal berupa : 1. Mahluk yang berupa malaikat. 2. Mahluk yang berupa Banul-jan/iblis. Adapun asal mula kejadian kedua mahluk tadi adalah : 1. Malaikat dijadikan oleh nur (cahaya) yang suci yang berupa ruh dan akal tidak ada syahwatnya. Karena itu malaikat tidak makan, minum, dan juga tidak beristri (lain dengan manusia) hidupnya Malaikat semata-mata hanya melaksanakan perintah Allah swt. lainya tidak dilaksanakan. 2. Banul-jan dijadikan dari api. Berbentuk sebagai manusia membutuhkan makan, minum, dan beristri dan juga mempunyai keturunan yang banyak sekali.
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk,(S. Al Hijr: 28) atau (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah".(S. Shaad, ayat 71) sesudah diberi ruh (nyawa) kemudian hidup dengan daging, darah dan tulang. Sesudah Nabi Adam As. Wujud, maka Nabi Adam As. Semua para Malaikat sama melaksanakan sujud kecuali iblis yang menolak perintah Allah swt. Untuk bersujud pada Nabi Adam As. Karena iblis bersifat takabur sombong dan meras paling mulia dari Nabi Adam As. Sebab dijadikan dari api sedangkan Nabi Adam As dari tanah. Karena itu iblis termasuk golongan kafir , karena itu Allah swt mengusir dirinya dari surga. Adapun sujudnya para malaikat pada nabi adam as tadi bukanlah sujud ibdah sebagaimana sujudnya orang sholat , tetapi sujudnya sebagai ta’ata atau tunduk memulyakan atau menghormati para Nabi Adam As. Karena Nabi Adam As mempunyai ilmu pengetahuan dari Allah swt. hingga bisa memberi nama pada barang-barang yang ditanya pada Nabi Adam As, sedangkan Malaikat tidak bisa mengetahuinya. Allah swt berfirman dalam (Surat Shaad 71-72): 71. (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah". 72. Maka apabila Telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; Maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya". 11. Sesungguhnya kami Telah menciptakan kamu (Adam), lalu kami bentuk tubuhmu, Kemudian kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam", Maka merekapun bersujud kecuali iblis. dia tidak termasuk mereka yang bersujud. Allah bertanya pada iblis apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada adam) diwaktu aku menyuruhmu ? iblis menjawab : Saya lebih baik dari adam, engkau menciptakn aku dari api sedang dia (Adam) engkau ciptakan dari tanah. 13. Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; Karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina". Sesudah keadaan iblis dikeluarkan oleh Allah dari surga, maka iblis meminta pada Allah agar umurnya dipanjangkan saampai hingga datang hari akhir. Dan iblis mengancam Nabi Adam As dan cucunya, akan dibujuk rayu dan disesatkan, dari jalan (tuntunan) yang benar, hingga tidak ada yang (ta’at) mengikuti perintah Allah swt. dan menjauhi semua larangannya sehingga iblis dan setan bertujuan membujuk dengan bermacam-macam cara dari segala jurusan (sebelah) kanan, kiri serta arah muka dan belakang, sampai mengikuti bujuk dan rayuannya serta menjadi temannya hingga masuk bersama-sama ke dalam siksa Allah swt. ke Neraka. Karena itu Allah memberikanperjanjian pada Adam (anak cucunya) Siapa yang mengikuti tingkah lakunya syetan/iblis, maka dia menjadi temanya dan nantinya akan aku masukan, kesiksaanKu yaitu Neraka (tempat iblis dan teman-temanya). 16. Iblis menjawab: "Karena Engkau Telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, Kemudian saya mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka, dan enngkau tidak akan mendapatkan mereka bersyukkur (taat) maka Allah berfirman keluarlah kamu dari surga itu. Sebagai orang terhina dan terusir, benar-benar akku akan mengisi Neraka jahanam dengan kamu semuanya.

Sesudahnya Hawa (istri nabi Adam) lahir, lantas Allah memerintahkan supaya Adam dan Hawa bertempat di Surga, apa saja yang menjadi isinyab Surga, Nabi Adam dan Hawa diperbolehkan menggunakanya segala makanan dan minuman boleh dimakan atau diminum, kecuali hanya pohon satu yang buahnya tidak diperbolehkan dimakan yaitu : pohon khuldi (pohon tetap) buahnya tidak boleh dimakan. Allah berfirman ( Surat Al Baqoroh ayat 35): 35. Dan kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim. Allah berfirman (Surat Thaha ayat 118-119): 118. Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang, 119. Dan Sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya". Didalam Surga nabi Adam dan istrinya diberikan kesenangan, kegembiraan, kenikmatan oleh Allah swt. Segala sesuatu yang dikehendaki dan diinginkan bisa terlaksana, tidak kkurang buah-buahan, makanan, minuman yang lezat serta menyyegarkan. Di dalam Surga tidak panas dan tidak dingin, hawanya terasa nikamat dalam badan, kedua mata tidak merasa jemu memandang dalamsegala sesuatu pandangan yang ada didalam Surga bebas dari segala sesuatu yang menyusahkan, kecuali hanya satu pohon yang buahnya tidak diperbolehkan dimakan yaitu buah khuldi (buah pohon langgeng). Sesengguhnya nikmat Allah swt.yang diberikan Nabi Adam As dan istirnya Hawa dalam surga adalah kenikmatan yang memuaskan dan tidak terbatas, maka timbullah rasa hasud (dengki) dalam hatinya iblis, kemudian dia berusaha bagaimana bisanya segala nikmat Allah yang diberikan Allah kepada Nabi Adam beserta istirnya Hawa bisa lenyapdari dirinya, sehingga bisa menghilangkan nikmat secara total yaitu bisa mengeluarkan Nabi Adam dan Istrinya Hawa dalam surga Allah swt. maka iblis berdaya upaya supaya berjumpa dengan Adam dan Hawa dalam Surga, dengan kata-kata yang halus dan manis dengan tipu daya dan bujuk rayu secara halus, sehingga bisa mengambil hati (memikat) hatinya nabi Adam dan hawa sehingga keduanya berani makan, buah pohon yang dilarang untuk dimakan yaitu buah pohon khuldi. Tipuan syetan kepada Nabi Adam As dan Hawa begini: Firman Allah (S. A’araf 20) 20. Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)". Allah berfirman (surat Thaha ayat 120): 120. Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi[948] dan kerajaan yang tidak akan binasa?" Diwaktu syetan membujuk rayu kepada Nabi Adam, syetan dengan mengangkat sumpah. Sebagai firman allah swt. (Surat Al A’araf ayat 21): 21. Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua", Berulanng kali iblis menjumpai kepada Nabi Adam beserta ibu hawa membujuuk rayu memberikan belas kasihnya dengan memakai kata-kata yang sopan dan manis dari madu, sehingga terpikatlah hatti Nabi Adam sekalian, sehingga hati Nabi Adam As dan Hawa tidak sadar dan tidak mempunyai ingatan lagi, bahwasanya iblis adalah musuhnya dan dia menulak perintah Allah untuk sujud kepada Nabi Adam. Sebelum itu Allah sudah memberi tahu Nabi Adam As. Bahwa sesungguhnya iblis merupakan musuhnya. Karena itu janganlah sampai tertipu oleh bujuk rayunya iblis. Allah berfirman (Surat Thaha ayat 117): 117. Maka kami berkata: "Hai Adam, Sesungguhnya Ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, Maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka. Tetapi dari pandainya iblis cara mengoda sehingga Nabi Adam beserta istirnya mengikuti segala yang dikehendaki iblis adalah musuhnya, sehingga berani melanggar larangan Allah swt. yaitu makan buah pohon khuldi, seketika itu kelihatanya kemaluanya dan dihilangkan semua nikmat Allah terutama Surga. Nabi Adam beserta istinya disuruh keluar dari surga dengan keadaan telanjang (tidak pakaian). Allah berfirman (Surat Thaha 121): 121. Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia. Allah swt. memarahi pada Nabi Adam as karma dia melanggar larangan Allah swt, karma itu Nabi Adam as beserta Hawa merasa menyesal atas perbuatanya yang dilarang oleh Allah swt, yaitu makan buah pohon khuldi, karna menurut perintah iblis, Allah telah berfirman (Surat Al A’raf ayat 22): 22. Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. tatkala keduanya Telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku Telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?" Adam merasa menyesal atsa perbuatanya yang telah terlanjur dilakukan kemudian ia betobat pada Allah dan Allah menerima thobatnya Nabi Adam dan Hawa. Firman Allah swt. (Surat Al A’raaf ayat 23): 23. Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami Telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya Pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. Allah berfirman: "Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang Telah ditentukan"(Surat Al A’raf ayat 24).

Hidup Nabi Adam As dan Hawa di Surga adalah merupakan hidup yang paling nikmat, semua barang yang dikhendaki dan diinginkan semuanya sudah tersedia, makanan, minuman, maupun pakaian, tidak pakai memikirkan lagi karna itu ibu Hawa selaku istri Nabi Adam tidak pakai repot-repot, memikirkan maupun menyediakan, segala makanan dan minuman rasanya sangat lezat dan nikmat, tidak merasa jenuh segala hidanganya, sebagaimana hidupnya anak kecil, segala sesuatu yang diingini atau dibutuhkan semua sudah terjadi tersedia semua. Sesudah Nabi Adam dan Hawadikeluarkan dari Surga dan diturunkan ke bumi dan menempati bumi kemudian berubah, mengalami tanggung jawab, kalau membutuhkan makanan harus menanamnya dulu dan kalau mau minum harus mencari mata air dulu untuk minum, begitu pula untuk pakaian harus mencarinya dulu, tempat perumahan atau tempat tinggal, dan kalau sakit membutuhkan berobat, begitu pula dengan kebutuhan lain-lainnya sebagai kebutuhan hidup. Segalanya harus disertai dengan pelajaran, petunjuk dan pengetahuan disertai ikhtiar dan usaha yang sungnguh-sungguh. Selain dari itu, hidupnya Nabi Adam sekalian didunia merupakan kehudupan permusuhan, mempunyai musuh yang tidak mau damai selamanya yaitu syetan, karena sungguh syetan sudah bersumpah akan mengoda Nabi Adam beserta semua anak cucunya sekuat tenaga. Mereka itu semua dimasukan sebagai teman yang akhirnya dimasukan kesiksa Allah swt. yaitu Neraka. Cara syetan mengoda dengan sekuat tenaga dan macam-macam cara dan jalan baik secara kasar dan halus, dan dari segala jurusan baik dari muka, belakang, juga dari arah kanan dan arah kiri, untuk senjata hidup permusuhan tadi Allah swt. Sungguh perjalanan hidup yang serba mengalami ppercobaan dan ujian semacam yang kita alami memang sudah menjadi kebiasaan bagi setiap umat yang menginginkan kesempurnaan hidup menuju keselamatan dan kebahagian hidup didunia dan di akherat, didalam ayat-ayat Al Qur’an dan didalam bukku-buku sejarah banyak yang telahmenerangkan perjuangan para Nabi-nabi dan para pengikutnya dan perjuangan orang-orang besar para pemimpin yang ingin mencapai sukses dalam kewajibanya atau memperoleh sukses dalam tujuan hidup, semua tadi tidak sunyi-sunyinya dari percobaan serta fitnahnya hidup dalam perjuangan didunia ini.

Pemberi nikmat Allah swt. yang berupa syahwat, baik bagi orang lelaki senang kepada orang perempuan atau sebaliknya perempuan senang pada orang lelaki, timbullah rasa kasih saying antara kedua jenis, menyebabkan tersebar keturunan Adam dan Hawa di alam didunia ini. Nabi Adam As. Dan itu hawa setiap mempunyai anak dikarunia oleh Allah swt anak kembar dua, yaitu lelaki dan perempuan dan menurut syariat (hokum agama) Nabi Adam, bahwa tidak boleh di jodohkan bagi setiap saudara yang bersamaan lahirnya (dalam satu bobotan) karena itu Qobil mau dikawinkan dengan kembaranya habil, sedangkan Habil dijodohkan dengan kembaranya qobil, tetapi atas putusan demikian Qobil tidak mau menerima, tetapi minta dikawinkan dengan saudari kembarnya sendiri, karna kembarQobil lebih cantiksedangkan kembar Habil kurang cantik. Karena Qobil tidak mengikuti syariat Adam As. Maka Nabi Adam nasehat kepada kedua anaknya yaitu Qobil dan Habil, agar kedua sama-sama membuat kurban buat Allah swt. siapa yang diterima kurbanya akan dijodohkan kembaranya Qobil. Sesungguhnya Qobil cara melaksanakan kurban tdk ikhlas (tdk karna Allah swt) tetapi hanya semata-mata mengikuti hawa nafsunya. Sebaliknya habil dengan hati yang benar ikhlas yaitu melaksanakan perintah ayah, dan apa yang akan terjadi syariat Allah swt. Habil selalu taat atau melaksanakan. Kemudian yang diterima oleh Allah swt, kurban habil karena itu Habil yang berhak mengawini kembaranya Qobil, yaitu Iqlima seorang wanita cantik rupanya, sedangkan Qobil yang berhak mengawini, kembaranya Habil yaitu Labuda namanya, seorang wanita yang terlalu cantik, karna kehendak nafsu, Qobil tidak terpenuhi maka timbullah rasa iri hati (hasud) kemudian timbul rasa jahat yaitu ingin membunuh saudaranya yaitu Habil, tetapi habil menjawab dengan cara sopan, sesungguhnya kurban yang diterima oleh Allah adalah kurbanya orang yang benar-benar takut kepada Allah swt. kalau saudara mengangkat tangan untuk membunuh aku, maka aku sekali-kali tidak akan mempunyai rasa iri hati untuk membunuhmu, karan aku takut kpada Allah swt. sudah mejadi kebiasaan dari syetan yang merupakan musuh nabi Adam as beserta semua cucunya, kalau ada orang yang berrmusuhan sesama saudara, maka syetan ikut serta mengadu domba diantara keduanya, maka terjadilah keinginan yang sangat memuncak dalam nafsunya Qobil untuk membunuh yang sangat memuncak dalam nafsunya Qobil untuk membunuh saudarannya yang brnama Habil tetapi setelah dilaksanakan membunuh maka hatinya merasa menyesal, tapi pepatah tlh mengatakan: Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tiada berguna, akhirnya hati qobil merana tiada putus-putusnya sebagai Firman Allah swt. (Surat Al Maa’idah ayat 30): 30. Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, Maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi. Setelah Qobil membunuh Habil, maka Qobil pun merasa bingung bagaimana cara menyelanggarakan mayat saudaranya itu, diwaktu ia kebingungan itu, maka Allah swt melihatkan dua ekor sedang berkelahi dan seekornya diantarnya mati terbunuh, maka yang masih hidup itu menggali tanah, lalu bangkai kawanya itu dikuburkan kedalam yang kemudian ditimbuni tanah. Hal ini ditegaskan Allah dalam firmanya (Surat Al-Maaidah ayat 31): 31. Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya[410]. Berkata Qabil: "Aduhai celaka aku, Mengapa Aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu Aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal. Demikian riwayat Qobil hingga dapat mengubur mayat saudaranya yang dibunuh itu. Habil pertama kali orang yang meninggal lantraan dibunuh dimuka dunia ini. Karena itu setiap ada orang yang dibunuh tanpa berdosa, maka mendapatkan pahala begitu pula Habil juga mendapatkan pahala pula, sebaliknya Qobil sebagai orang pertama berbuat kejahataan/ pembunuhan, maka setiap ada pembunuhan yang dilakasanakan oleh orang yang durhaka maka mendapatkan dosa (siksa) demikian pula qobil sebagai pembunuh pertama maka juga mendapatkan dosa pula dari allah swt. karena orang pertama yang berbuat sebagai yang memberi contoh, baik perbuatan buruk maupun pebuatan yang baik begitu balasan Allah swt sesuai dengan amal perbuatan mereka. Menurut riwayat mengatakan bahwa Nabi Adam As. Wafat dalam seribu tahun dan setahun kemudian meninggal pula Siti Hawa. Sebagai riwayat mengatakan bahwa Nabi Adam dikuburkan ditanah Hindustan, dan sebagai riwayat lagi mengatakan bahwa Nabi Adam As dikuburkan di negeri Jeddah atau Mekah, berdekataan dengan siti Hawa. Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori ada terdapat: Sungguh Allah Adam as. Pada hari jum’at, diturunkan kebumi pada hari jum’at, beliau bertobat kepada Allah atas dosanya memakan pohon khuldi itu pada hari jum’at dan wafat pada hari jum’at. Adapun bulanya sebagai riwayat adalah bulan muhaaram tanggal 10 (Sepiluh Syuro), demikian cerita nabi Adam As.
READ MORE - kisah nabi adam
READ MORE - kisah nabi adam

Nabi dan Rasul

Nabi dan Rasul adalah manusia-manusia pilihan yang bertugas memberi petunjuk kepada manusia tentang keesaan Allah SWT dan membina mereka agar melaksanakan ajaran-Nya. Ciri-ciri mereka dikemukakan dalam Al-Qur’an,


"... ialah orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah. Mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan." (Q.S. Al Ahzab : 39).


Perbedaan antara Nabi dan Rasul adalah : seorang Nabi menerima wahyu dari Allah SWT untuk dirinya sendiri, sedangkan Rasul menerima wahyu dari Allah SWT guna disampaikan kepada segenap umatnya. Para Nabi dan Rasul mempunyai 4 sifat wajib dan 4 sifat mustahil, serta satu sifat jaiz, yaitu :


1.Shiddiq (benar), Mustahil ia Kizib (dusta).


2.Amanah (dapat dipercaya), mustahil Khianat (curang).


3.Tabliqh (Menyampaikan wahyu kepada umatnya), Mustahil Kitman (menyembunyikan Wahyu).


4.Fathonah (Pandai/cerdas), Mustahil Jahlun (Bodoh).


5.Bersifat jaiz yaitu Aradhul Basyariyah (sifat-sifat sebagaimana manusia).



Di dunia ini telah banyak Nabi dan Rasul telah diturunkan, tetapi yang wajib diketahui oleh umat Islam adalah sebanyak 25 Nabi dan Rasul, yaitu :


Nabi Adam as


Nabi Idris as


Nabi Nuh as


Nabi Huud as


Nabi Shaleh as


Nabi Ibrahim as


Nabi Ismail as


Nabi Luth as


Nabi Ishaq as


Nabi Ya’qub as


Nabi Yusuf as


Nabi Syu’aib as


Nabi Ayyub as


Nabi Dzulkifli as


Nabi Musa as


Nabi Harun as


Nabi Daud as


Nabi Sulaiman as


Nabi Ilyas as


Nabi Ilyasa as


Nabi Yunus as


Nabi Zakaria as


Nabi Yahya as


Nabi Isa as


Nabi Muhammad saw
READ MORE - Nabi dan Rasul
READ MORE - Nabi dan Rasul

Thursday, December 20, 2012

tanda tanda kiamat


Adapun tanda tanda kiamat besar dapat kita jumpai dalam banyak ayat dan hadits. Di antaranya adalah:

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

حَتَّى إِذَا بَلَغَ بَيْنَ السَّدَّيْنِ وَجَدَ مِنْ دُونِهِمَا قَوْمًا لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ قَوْلًا(93)قَالُوا يَاذَا الْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلَى أَنْ تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا(94)قَالَ مَا مَكَّنِّي فِيهِ رَبِّي خَيْرٌ فَأَعِينُونِي بِقُوَّةٍ أَجْعَلْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ رَدْمًا(95)

“Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata, "Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?" Dzulqarnain berkata, "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka.” (Al-Kahfi: 93-95)

وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ(82)

“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” (An-Naml: 82)

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda,

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ أَسِيدٍ الْغِفَارِيّ قَالَ: اطّلَعَ النّبِيّ صلى الله عليه وسلم عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ. فَقَالَ: «مَا تَذَاكَرُونَ؟» قَالُوا: نَذْكُرُ السّاعَةَ. قَالَ: «إِنّهَا لَنْ تَقُومَ حَتّىَ تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ». فَذَكَرَ الدّخَانَ، وَالدّجّالَ، وَالدّابّةَ، وَطُلُوعَ الشّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَنُزُولَ عِيسَىَ ابْنِ مَرْيَمَ صلى الله عليه وسلم. وَيَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ. وَثَلاَثَةَ خُسُوفٍ: خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ. وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنَ الْيَمَنِ، تَطْرُدُ النّاسَ إِلَىَ مَحْشَرِهِمْ.

Dari Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari radiallahu ‘anhu, berkata, “Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam muncul di tengah-tengah kami pada saat kami saling mengingat-ingat.” Rasul Shallallahu alaihi wasallam bertanya,” Apa yang sedang kamu ingat-ingat?” Sahabat menjawab,” Kami mengingat hari Kiamat.” Rasul Shallallahu alaihi wasallam bersabda, ”Kiamat tidak akan terjadi sebelum engkau melihat 10 tandanya, kemudian Rasul Shallallahu alaihi wasallam menyebutkan, Dukhan (kabut asap), Dajjaal, binatang (pandai bicara), matahari terbit dari barat, turunnya Isa ‘alahissalam Ya’juj Ma’juj dan tiga gerhana, gerhana di timur, barat dan Jazirah Arab dan terakhir api yang keluar dari Yaman mengantar manusia ke Mahsyar” (HR. Muslim)

Tanda-tanda kiamat kecil secara umum datang lebih dulu sebelum tanda-tanda kiamat besar. Bahkan Sudah banyak tanda-tanda kiamat Kecil yang sudah terjadi dan telah kita saksikan, sebagiannya sedang terjadi dan sebagiannya akan terjadi. Ini semua merupakan  peringatan agar manusia sadar dan bertaubat.  Tanda kiamat kecil akan dilanjutkan dengan tanda kiamat besar. jika kiamat besar sudah datang, pintu taubat telah tertutup. Maka marilah kita bertaubat sebelum terlambat.

TANDA-TANDA KIAMAT BESAR

Hudzaifah bin As-yad al-Ghifary berkata, sewaktu kami sedang berbincang, tiba-tiba datang Nabi Muhammad S.A.W kepada kami lalu bertanya, “Apakah yang kamu semua sedang bincangkan.?”
Lalu kami menjawab, “Kami sedang membincangkan tentang hari Kiamat.”
Sabda Rasulullah S.A.W. “Sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi sebelum kamu melihat sepuluh tanda :-

• Asap
• Dajjal
• Binatang melata di bumi
• Terbitnya matahari sebelah barat
• Turunnya Nabi Isa A.S
• Keluarnya Yakjuj dan Makjuj
• Gerhana di timur
• Gerhana di barat
• Gerhana di jazirah Arab
• Keluarnya api dari kota Yaman menghalau manusia ke tempat pengiringan mereka.

Dajjal maksudnya ialah bahaya besar yang tidak ada bahaya sepertinya sejak Nabi Adam A.S sampai hari kiamat. Dajjal boleh membuat apa sahaja perkara-perkara yang luar biasa. Dia akan mendakwa dirinya Tuhan, sebelah matanya buta dan di antara kedua matanya tertulis perkataan ‘Ini adalah orang kafir’.
Asap akan memenuhi timur dan barat, ia akan berlaku selama 40 hari. Apabila orang yang beriman terkena asap itu, ia akan bersin seperti terkena selsema, sementara orang kafir pula keadaannya seperti orang mabuk, asap akan keluar dari hidung, telinga dan dubur mereka.

Binatang melata yang dikenali sebagai Dabatul Ard ini akan keluar di kota Mekah dekat gunung Shafa, ia akan berbicara dengan kata-kata yang fasih dan jelas. Dabatul Ard ini akan membawa tongkat Nabi Musa A.S dan cincin Nabi Sulaiman A.S.
Apabila binatang ini memukulkan tongkatnya ke dahi orang yang beriman, maka akan tertulislah di dahi orang itu ‘Ini adalah orang yang beriman’. Apabila tongkat itu dipukul ke dahi orang yang kafir, maka akan tertulislah ‘Ini adalah orang kafir’.

Turunnya Nabi Isa. A.S di negeri Syam di menara putih, beliau akan membunuh dajjal. Kemudian Nabi Isa A.S akan menjalankan syariat Nabi Muhammad S.A.W.
Yakjuj dan Makjuj pula akan keluar, mereka ini merupakan dua golongan. Satu golongan kecil dan satu lagi golongan besar. Yakjuj dan Makjuj itu kini berada di belakang bendungan yang dibangunkan oleh Iskandar Zulqarnain. Apabila keluarnya mereka ini, bilangannya tidak terhitung banyaknya, sehingga kalau air laut Thahatiah diminum nescaya tidak akan tinggal walau pun setitik.

Rasulullah S.A.W telah bersabda, ” Hari kiamat itu mempunyai tanda, bermulanya dengan tidak laris jualan di pasar, sedikit sahaja hujan dan begitu juga dengan tumbuh-tumbuhan. Ghibah menjadi-jadi di merata-rata, memakan riba, banyaknya anak-anak zina, orang kaya diagung-agungkan, orang-orang fasik akan bersuara lantang di masjid, para ahli mungkar lebih banyak menonjol dari ahli haq”
Berkata Ali bin Abi Talib, Akan datag di suatu masa di mana Islam itu hanya akan tinggal namanya sahaja, agama hanya bentuk sahaja, Al-Qur’an hanya dijadikan bacaan sahaja, mereka mendirikan masjid, sedangkan masjid itu sunyi dari zikir menyebut Asma Allah. Orang-orang yang paling buruk pada zaman itu ialah para ulama, dari mereka akan timbul fitnah dan fitnah itu akan kembali kepada mereka juga. Dan kesemua yang tersebut adalah tanda-tanda hari kiamat.”

Sabda Rasulullah S.A.W, “Apabila harta orang kafir yang dihalalkan tanpa perang yang dijadikan pembahagian bergilir, amanat dijadikan seperti harta rampasan, zakat dijadikan seperti pinjaman, belajar lain daripada agama, orang lelaki taat kepada isterinya, menderhakai ibunya, lebih rapat dengan teman dan menjauhkan ayahnya, suara-suara lantang dalam masjid, pemimpin kaum dipilih dari orang yang fasik, oarng dimuliakan kerana ditakuti akan tindakan jahat dan aniayanya dan bukan kerana takutkan Allah, maka kesemua itu adalah tanda-tanda kiamat.”


TANDA-TANDA KIAMAT KECIL

1. Penaklukan Baitulmuqaddis. Dari Auf b. Malik r.a., katanya, “Rasulullah s. a. w. telah bersabda:”Aku menghitung enam perkara menjelang hari kiamat.”Baginda menyebutkan salah satu di antaranya, iaitu penaklukan Baitulmuqaddis.” – Sahih Bukhari

2. Zina bermaharajalela. “Dan tinggallah manusia – manusia yang buruk, yang seenaknya melakukan persetubuhan seperti himar (keldai). Maka pada zaman
mereka inilah kiamat akan datang.” – Sahih Muslim

3. Bermaharajalela alat muzik.”Pada akhir zaman akan terjadi tanah runtuh, rusuhan dan perubahan muka.”Ada yang bertanya kepada Rasulullah;”Wahai Rasulullah bila hal ini terjadi?” Baginda menjawab;”Apabila telah bermaharajalela bunyi-bunyian (muzik) dan penyanyi-penyanyi wanita” – Ibnu Majah

4. Menghias masjid dan membanggakannya. “Di antara tanda-tanda telah dekatnya kiamat ialah manusia bermegah-megahan dalam mendirikan masjid” -Riwayat Nasai.

5. Munculnya kekejian, memutuskan kerabat dan hubungan dengan tetangga tidak baik. “Tidak akan datang kiamat sehingga banyak perbuatan dan perkataan keji, memutuskan hubungan silaturahim dan sikap yang buruk dalam tetangga.” – Riwayat Ahmad dan Hakim

6. Ramai orang soleh meninggal dunia.”Tidak akan datang hari kiamat sehingga Allah mengambil orang-orang yang baik dan ahli agama dimuka bumi, maka tiada yang tinggal padanya kecuali orang-orang yang hina dan buruk yang tidak mengetahui yang makruf dan tidak mengingkari kemungkaran – Riwayat Ahmad

7. Orang hina mendapat kedudukan terhormat.”Di antara tanda-tanda semakin dekatnya kiamat ialah dunia akan dikuasai oleh Luka’ bin Luka’(orang yang bodoh dan hina). Maka orang yang paling baik ketika itu ialah orang yang beriman yang diapit oleh dua orang mulia” -Riwayat Thabrani

8. Mengucapkan salam kepada orang yang dikenalnya sahaja.”Sesungguhnya di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah manusia tidak mahu mengucapkan salam kepada orang lain kecuali yang dikenalnya saja.” -Riwayat Ahmad

9. Banyak wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya telanjang.Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. “Di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah akan muncul pakaian-pakaian wanita dan apabila mereka memakainya keadaannya seperti telanjang.”

10. Bulan sabit kelihatan besar.”Di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah menggelembung (membesarnya) bulan sabit.” -Riwayat Thabrani

11. Banyak dusta dan tidak tepat dalam menyampaikan berita.”Pada akhir zaman akan muncul pembohong-pembohong besar yang datang kepadamu dengan membawa berita-berita yang belum pernah kamu dengar dan belum pernah didengar oleh bapa-bapa kamu sebelumnya, kerana itu jauhkanlah dirimu dari mereka agar mereka tidak menyesatkanmu dan memfitnahmu” – Sahih Muslim

12. Banyak saksi palsu dan menyimpan kesaksian yang benar.”Sesungguhnya sebelum datangnya hari kiamat akan banyak kesaksian palsu dan disembunyikan kesaksian yang benar” – Riwayat Ahmad

13. Negara Arab menjadi padang rumput dan sungai.”Tidak akan datang hari kiamat sehingga negeri Arab kembali menjadi padang rumput dansungai-sungai.” – Sahih Muslim

READ MORE - tanda tanda kiamat
READ MORE - tanda tanda kiamat

Tuesday, October 2, 2012

3000 SM

Mesir kuno, 3000 SM, adalah peradaban tua yang besar dan maju. Sebagai sebuah tatanan masyarakat dan kebudayaan, Mesir kuno menjadi saksi sebuah peradaban yang telah mengenal cara berpakaian, membuat struktur bangunan, baca, tulis, dengan tatanan ekonomi dan politik yang mapan. Peradaban yg mengenal sistem irigasi, perladangan, pertanian telah menjadikan hasil pertanian menghasilkan surplus produksi untuk disimpan dan diperdagangkan. Mesir kuno tlah mengenal penambangan baik batu, besi, timah maupun emas, bahkan konstruksi, sampai abad ini pun setelah 5000 tahun lebih berlalu, manusia abad ini masih terkagum dengan pembangunan pyramid yang begitu megah, rumit dengan bahan dasar puluhan juta ton batu yang tersusun rapi menjulang ratusan meter keangkasa. Seiring dengan majunya perekonomian dampak dari perubahan ekonomi yang pesat, administrasi pemerintahan pun dapat mengelola ekonomi, politik, hukum dengan rapi. Sistem perpajakan, pengelolaan keuangan negara melalui pajak emas dan bahan pangan dan ternak menjadikan tata ekonomi, tata politik, militer dan hukum menjadi pemerintahan relatif stabil dibawah kekuasaan Firaun. Dokumentasi itu, tersimpan dg rapi baik dalam gambar, tulisan, makam, dan segala yang ada dalam pyramid. Bahkan legenda itu tidak mungkin hilang dalam ingatan kesejarahan, karena kitab-kitab suci menceritakan dengan lengkap baik itu dari kitab suci Islam, Kristen dan Yahudi. Penindasan Kaum Pagan Disisi terang Mesir Kuno sebagai peradaban yang besar dan maju, Negeri ini menyimpan kenangan sejarah yang kelam sebagai pusat penindasan, kezaliman, perbudakan bahkan negeri pagan terbesar dalam sejarah peradaban manusia. Jejak genocide dan perbudakan terutama bangsa Yahudi dicatat dengan rapi pada dinding pyramid. Belum lagi dokumentasi Tuhan melalui kitab suci Taurat, Injil dan Al Quran menceritakan dengan rinci akan masalah ini. Tentang pembunuhan massal lelaki bangsa Yahudi yang akan menghancurkan kedigdayaan Firaun. Dalam setiap jejak sejarah kemegahan bangunan dan kedigdayaan ekonom, politik dibangun atas penindasan dan perbudakan yang tak ada bandingannya. Firaun, bukan hanya mengaku-ngaku sebagai Tuhan, Firaun-firaun mesir konon memang memiliki kekuatan supra natural yang luar biasa sehingga para Firaun yang didapatkan dari ritual, sesembahan dan energi Pyramid yang dibangun. Firaun adalah Tuhan Bangsa Mesir Firaun dalam egyptology adalah Tuhan bangsa mesir. Mitologi Raja sebagai Tuhan ini seperti yang tercatat dalam hyeroglip pada dinding, tembikar, maupun pahatan di Pyramid, Sphinx. Horus merupakan anak Dewa Isis dan Osiris. Setelah Osiris dibunuh oleh Set. Horus kemudian membalas dendam kepada Set dan membunuhnya, namun dalam pertarungan itu, Set mencungkil salah satu mata Horus sehingga Horus kemudian menjadi Tuhan bermata satu. Horus dilambangkan sebagai Tuhan yang menerangi dan melindungi bangsa mesir. Setiap Firaun yang masih hidup digambarkan sebagai Horus dimana dia merupakan penjelmaan dari Dewa-dewa/Tuhan itu sendiri sehingga seluruh kekuasaan dan legitimasi mutlak berada ditangannya, sedangkan Firaun yang telah mati, digambarkan sebagai Osiris yang akan menitiskan Horus baru pada setiap peradaban mesir. Sumber kekuatan dan kekuasaan serta peradaban berada dibawah kekuasaannya berada dalam kekuatan Horus. Ketuhanan Firaun inilah yang memperluas dan menghegemoni peradaban ini menjadi begitu congkak dan menindas. Dan menjadi alat bagi Firaun Mesir untuk memperbudak seluruh peradaban yang berada dibawah pengaruh kekuasaannya. Sebagai sebuah keyakinan publik yang dilembagakan, mitos ini telah menciptakan sebuah peradaban yang besar dimana kaum pagan mencapai puncak keemasan pertamanya, yang dalam bahasa agama , kaum pagan ini para penyembah iblis mitos para Dewa dan Tuhan Mereka simbol-simbol alam dan hewan. Karena energi dan segala kekuatan yang berada dibelakangnya bersumber pada Iblis. Sehingga sebagai sebuah kebudayaan dan peradaban seluruh tingkah coraknya seluruhnya peradaban yang menentang Tuhan dengan segala kekuasaan baik itu perintah dan larangannNYA. Karena seluruh Firaun mesir menjadi jelmaan Horus didunia, maka Tuhan Mata Satu inilah yang kemudian menjadi simbol tertinggi dari Dewa Tertinggi dari seluruh Firaun mesir. Sebagai Tuhan, Juru Selamat, yang akan datang kembali sebagai Raja yang akan memimpin seluruh peradaban manusia yang akan terus bereproduksi. Sampai dengan hari ini mitologi ini didaur ulang banyak peradaban diberbagai belahan dunia, bahkan sampai dengan hari ini. Tuhan Mata Satu inilah yang dinantikan oleh para penyembah Iblis yang disiapkan tahtanya. Kelompok Pagan Kuno yang mendaur ulangnya, sampai dg peradaban modern ini bervolusi menjadi yang paling terkenal dan besar adalah Freemasonry, Illmuminati dan Zionisme yang kesemuanya memiliki akar teologi yang sama dengan Mesir Kuno. PYRAMID ENERGI ROH DAN IBLIS KEKUATAN FIRAUN Pyramid dengan segala dimensinya mengandung misteri yang sampai hari ini terus menjadi curahan perhatian masyarakat dunia, baik itu pelancong, ilmuwan, sejarawan, teolog, Insinyur, seniman, dukun, berkunjung sesuai dengan kepentingannya masing-masing. Sebagai sebuah hasil dari sebuah peradaban dan kebudayaan, Pyramid adalah manifestasi dari sebuah cara pandang keilmuan, seni, tatanan sosial, politik, ekonomi, hukum, yang mengatur hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam, bahkan keyakinan ketuhanannya pada masanya. Piramida dibangun sebagai makam bagi dinasti keempat Mesir Firaun Khufu dan dibangun selama periode paling tidak 20 tahun. Khufu wazir , Hemon , atau Hemiunu , diyakini oleh beberapa orang sebagai arsitek dari Piramida Agung yang didalam Al-Quran dipanggil dengan sebutan Hamman. Hamman sebagai kepercayaan Firaun merancang dan membangun Pyramid ini untuk membuktikan bahwa tidak ada kekuatan dan Tuhan selain Tuhan Mesir yaitu Firaun yg adalah penjelmaan dari Dewa Horus yang pada saat itu menjadi Musuh Nabi Musa. Hamman membangun Pyramid Giza, Diperkirakan, pada konstruksi, Piramida Agung awalnya 280 Mesir hasta tinggi, 146,5 meter (480,6 kaki) tetapi karena erosi dan tidak adanya yang pyramidion , tinggi saat ini adalah 138,8 meter (455,4 kaki). Setiap sisi dasar kerajaan hasta 440, 230.4 meter (755,9 kaki) panjang. Sebuah hasta kerajaan tindakan 0,524 meter. Massa piramida diperkirakan mencapai 5,9 juta ton . Volume, termasuk bukit internal, kira-kira 2.500.000 meter kubik. Berdasarkan perkiraan tersebut, bangunan ini dalam 20 tahun akan melibatkan sekitar 800 ton memasang batu setiap hari. Demikian pula, karena terdiri dari 2,3 juta blok diperkirakan, menyelesaikan bangunan dalam 20 tahun akan melibatkan bergerak rata-rata lebih dari 12 dari blok ke tempatnya setiap jam, hari dan malam. Keakuratan piramid pengerjaan adalah sedemikian rupa sehingga keempat sisi dasar memiliki kesalahan rata-rata hanya 58 milimeter panjangnya. dasar adalah horizontal dan rata dalam waktu 21 mm. Sisi dari dasar persegi berkaitan erat dengan empat poin kardinal kompas (dalam waktu 4 menit busur ) berdasarkan utara yang benar , bukan utara magnetik , dan dasar selesai adalah kuadrat untuk kesalahan sudut rata-rata hanya 12 detik busur . Pembangunan Pyramid ini tampaknya telah direncanakan begitu sempurna, sampai dengan 3800 tahun, bangunan ini menjadi bangunan yang terbesar dan tersempurna yang pernah dibuat oleh peradaban manusia. Bila saja kita coba berandai-andai, bangunan ini tujuan pembuatannya hanya menjadi suatu nisan untuk mengubur para firaun tanpa ada tujuan lain , maka bangunan ini akan menjadi sebuah bangunan yang justru tidak memiliki tujuan yang signifikan bila dibandingkan dengan kerumitan, lama pengerjaan serta ratusan ribu pekerja yang dilibatkan dalam pengerjaannya. Alih-alih uang yang tidak sedikit dikeluarkan untuk pengerjaan dan penyelesaiannya. Karena projek ini menghabiskan seluruh waktu dan sumber daya dinasti. Jika saja hanya menjadi sebuah kuburan/makam. Pertanyaanya justru adalah, mengapa justru Istana para Firaun yang akan dinikmati oleh nya dan simbol kekuasannya justru tidak mendapatkan perhatian menjadi sebuah mega projek seperti pengerjaan pembuatan pyramids yang konon pembangunannya paling tidak memakan waktu 20 s.d 80 tahun? Mencoba mentafsirkan logika politik peradaban manusia tentang sebuah kekuasaan, kekuasaan akan cenderung akan diperkuat dan diperluas pengaruhnya ditengah rakyat dan untuk menghadapi segala ancaman yang meruntuhkan sebuah kekuasaan, serta menjadi sumber kekuasaan menghegemonik, maka pyramids bisa kita artikan sebagai sebuah simbol kekuatan magis untuk memperkuat kekuasaan itu sendiri dan memperlemah segala kekuatan lain yang mengancam keberadaan sebuah rejim kekuasaan. Yang tidak kalah pentingnya adalah pyramids menjadi sebuah kekuataan mengendalikan rakyat dan memperkuat perbudakan atasnya untuk tunduk dan patuh pada simbol kedigdayaan sebuah kekuasaan. Karena Firaun adalah Tuhan bangsa mesir penjelmaan Horus, pelindung dan cahaya bagi peradaban mesir, sebagai Tuhan, kekuasaan magis dan simbolnya mesti dibangun untuk mereproduksi kekuasaan tidak jatuh ke tangan selain Horus, karena ketika Firaun mati ia akan tetap hidup menjadi Osiris yang bertugas mereproduksi Horus terus menerus sebagai Tuhan bangsa mesir berikutnya dan reproduksi Horus berada didalam Pyramids sebagai simbolnya dan bukan berada didalam Istana. Itu salah satu alasan penting memahami logika pembangunan pyramids giza yang sampai hari ini pun tetap menjadi sebuah misteri besar tentang bagaimana sebuah peradaban kuno mampu membangun bangunan begitu megah dengan tingkat presisi kesempurnaan pembangunannya, padahal ilmu matematika dan ilmu konstruksi saat itu masih merupakan peradaban tua, bahkan ahli fisika, konstruksi hari ini pun masih tergagap-gagap untuk membuat salah satu nya dizaman ini. Betapa pentingnya arti Pyramids ini bagi Firaun, bukti sejarah mencatat, dalam pembangunan pyramid mesir, jutaan manusia dikorbankan menjadi budak dalam membangunnya, selain itu tidak sedikit pula yang mati terkorbankan dalam pembangunannya. Ini adalah salah satu penindasan terhadap manusia dan kemanusiaan yang terbesar dalam kesejarahan peradaban manusia. Sementara, Peradaban Pagan atau penyembah dewa-dewa, adalah peradaban setanisme dimana kekuasaan dalam kendali Iblis, yang menyesatkan manusia melalui penzaliman, perbudakan, penindasan, seks bebas dan segala perilaku menyimpang perlambang sebuah peradaban sesat dibawah pengaruh kekuasaan tyrant. Dengan mencari informasi dari berbagai literatur, mengumpulkannya, menggabungkan, serta mempertentangkan antar data untuk mencari tahu tentang Tujuan Pyramids didirikan dan energi serta kekuatan supranatural yeng dialirkan dari Pyramids ini. Konon, Firaun Mesir pengakuannya sebagai Tuhan bukan hanya disebabkan oleh mitologi yang dikembangkan dan dikuatkan keseluruh daerah sepanjang aliran sungai Nil, namun Firaun memiliki kesaktian yang bahkan dapat menghidupkan dan mematikan. Energi Pyramids Dalam beberapa web, kami menemukan pyramids mampu menghasilkan energi, bagi sebagaian pagan menganggapnya sebagai energi supranatural. “What effect pyramid power is creating? The pyramid energy can create different effects. Mostly if it is properly used it is providing positive effect on living creatures or objects. If an object is placed in the pyramid after a period of time they are being affected by the energy of the pyramid. The blunt razor will become sharp again. The fruit taken green from the tree will become ripe. Fruit left inside pyramid will dehydrate gradually and will be preserved naturally, while the same fruit left outside pyramid will decay and rotten. Food and water treated by the pyramid power will be energized and will have higher biological value. Trees in the pyramid will grow faster and get bigger if they are placed within the pyramid. The water treated in the pyramid can be used for healing, thanks to the energy of pyramids. People having time spent in the pyramid will feel energized and refreshed, or even healed over period of time. Meditation in the pyramid can bring more intensive experiences than that outside the pyramid.” (http://www.my-introspective.com/MyEnergy/3.1.SecretEnergyOfPyramids.htm) Sebagian mangakui, pyramids mampu mereproduksi energi, pisau cukur bisa tetap tajam bila diletakkan dalam pyramids, bahan makanan ditempatkan disana akan jauh lebih segar. Bahkan bermeditasi didalam pyramids akan mampu menyerap seluruh siklus energi bukan saja membuat hidup akan jauh tampak awet muda, segar lebih dari itu bisa saja mereka yang secara terus menerus bermeditasi didalam pyramids akan memiliki kekuatan supranatural yang luar biasa. Jadi tidak heran Firaun mengaku bahwa tiada kekuatan yang lebih kuat dari kekuatannya, karena para raja mesir ini terus menerus bersemedi dan memperbaiki metode untuk memaksimalkan reproduksi energi pyramids berabad-abad. Bahkan Pyramid Giza atau Pyramids Khufu yang dibangun menjadi Pyramids yang terbesar oleh Arsiteknya Hamman adalah kecongkakan Firaun untuk membangun sebuah tempat peribadatan, semedi dan penyembahan untuk dirinya melalui sehingga melalui bangunan yang super besar/agung, rumit dan sempurna itu Firaun berambisi untuk menyerap seluruh energi hasil siklus energi yang dihasilkan oleh Pyramids hingga dia benar-menjadi jadi Tuhan mesir dan berkuasa selama-lamanya. Pyramids juga berfungsi tempat Firaun berkomunikasi lintas dimensi yaitu antara dirinya dengan alam roh atau setan dan iblis. Diceritakan hal ini baik didalam Alquran, Taurat , maupun Injil dengan sangat rinci, selain itupun dalam dihieroglif dokumentasi mesir kuno pun terdapat dengan jelas menceritakan, Firaun bermimpi mengetahui bahwa penindasannya terhadap bangsa Yahudi khususnya pada suatu saatnya nanti akan mendapatkan perlawanan dari budaknya tersebut. Firaun memiliki kekuatan supranatural yang bisa dikatakan luar biasa, bahkan bisa dalam saat-saat tertentu, mampu membaca/visi tentang masa depan yang baik yang dilakukan dengan melakukan bermeditasi, ritual, sesembahan didalam Pyramids. Pyramids menjadi pusat spiritualitas Firaun dan Elite Mesir untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dari dunia dengan melakukan dialog lintas dimensi ke alam gaib yang dalam hal ini, dialog dilakukan dengan Sang Master yaitu Iblis/Setan yang menampakkan diri secara langsung kepada Elite tersebut kemudian memberikan petunjuk tentang apa dan bagaimana sistem yang harus dibangun. Simbol-simbol spiritual/gaib tercermin dalam seluruh ornamen, struktur bangunan, cara berpakaian sang Firaun. Dapat kita lihat mahkota Firaun berbentuk Ular Cobra, Cemeti, dan Patung Kepala Singa adalah dimensi gaib gambaran pencerahan pencerminan Sang Master/Iblis dalam dialog lintas dimensi yang dilakukannya. Atau Horus yang dilambangkan sebagai burung rajawali yang bermata satu, ini mencerminkan penampakan Sang Master yang membimbing Firaun dalam menjalankan kekuasaannya dalan dialog lintas dimensi yang dilakukannya. Sehingga Firaun, dan Elite Kekuasaan Mesir dapat mendapatkan informasi gaib langsung dari Sang Master seperti apa sebuah peradaban akan dibuat dan dijalankan. Jejak-jejak itu masih dapat disaksikan oleh peradaban masa ini di bangunan kuno peninggalan Firaun. Alesyter Crowley Master Setanisme dunia modern menjelaskan dengan rinci pyramids mesir adalah tempat pemujaan setan bagi pengikutnya dalam setiap zaman. yang dapat anda tonton dalam karkoons film berikut. Dialog dan energi gaib setan dapat direproduksi mereka yang bermeditasi dan melakukan ritual persembahan kepada Sang Master yaitu Iblis. Pyramids dan Mimpi Firaun Firaun bermimpi Mesir terbakar dan penduduknya mati, kecuali kaum Israel, sedangkan paranormalnya mengatakan kekuasaan Fir’aun akan jatuh ke tangan seorang laki-laki dari bangsa Israel. Setelahnya Firaun memanggil Imam Mesir untuk mentafsirkan mimpinya. Yang akhirnya memerintahkan tentara kerajaannya untuk membunuh semua bayi laki-laki terutama keturunan bangsa mesir. Pengetahuan akan terjadi itu pun diketahui oleh Firaun berkat bersemedi di pyramid. Sehingga Firaun mengumpulkan Elite kekuasaan dan melakukan antisipasi terhadap apa yang akan terjadi tersebut yaitu salah satu cara nya adalah dengan membunuh semua bayi laki-laki terutama keturunan Yahudi yang akan menghancurkan kekuasaannya. Sebagai pusat kebudayaan dan peradaban mesir, pyramids harus kita letakkan sebagai titik sentral bagi tata kehidupannya. Dimana sistem pemerintahan, politik, ekonomi, seni, pengetahuan adalah hasil dari pemujaan pyramids dalam segala dimensinya. Sebagai wadah pemujaan Tuhan Horus, Tuhan Mata Satu sebagai Cahaya dan pelindung bangsa Mesir. Memberikan takhta kepada Raja Mesir menjadi titisannya untuk memerintah manusia melalui altar pyramids. Kedigdayaan pemerintahan yang berdasarkan Dewa-dewa ini dalam Agama monoteisme sebagai aliran sesat yang bersumber dari Setan yang Terkutuk yang bukan hanya ingin menyesatkan manusia tetapi juga menjadikan manusia untuk menyembahnya dan menjadi bala tentaranya. Dengan Imbalan yang diberikan oleh Iblis adalah Takhta, Harta, dan Kesesangan Dunia. Mesir adalah bukti peradaban besar pertama terbesar dimana Iblis berkuasa atas peradaban manusia, dimana wakilnya dimuka bumi adalah sekelompok elite saat itu adalah tokoh-tokohnya adalah Firaun sebagai Penguasa, Imam/Dukun sebagai penasihat kerajaan, Hamman sebagai Intelektual Qarun sebagai Pemilik Modal dan Samiri sebagai Nabi Palsu. Yang semuanya menjadi bala tentara iblis dari pusat kekuasannya di Pyramids. Yang memberikan mereka segala kesenagnan duniawi namun merusak seluruh tatanan kehidupan kemanusiaan secara keseluruhan. Kebenaran tentang penenggelaman Firaun ini dijelaskan dengan baik di Taurat, Injil namun Al Quran menjelaskan dengan rinci untuk menjadi bukti akan peristiwa itu sampai dengan hari ini. ”Maka pada hari ini kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” (QS Yunus: 92). Pada Tahun 1898, mayat Firaun diketemukan dalam keadaan msh keadaan dapat dikenali meskipun peristiwa itu telah terjadi lebih dari 5000 tahun (http://quran.al-shia.org/id/lib/006/02.htm). Penelitian atas Jasad FIraun itu menimbulkan keheranan penelitinya, Prof. Bucaile. Setelah kurum waktu lebih dari 5000 tahun dan jasadnya telah bercampur air garam jasad itu masih bisa dikenali. Ternyata, hasil akhir yang ia peroleh sangat mengejutkan! Sisa-sisa garam yang melekat pada tubuh sang mumi adalah bukti terbesar bahwa dia telah mati karena tenggelam. Jasadnya segera dikeluarkan dari laut dan kemudian dibalsem untuk segera dijadikan mumi agar awet. Penemuan tersebut masih menyisakan sebuah pertanyaan dalam kepala sang profesor. Bagaimana jasad tersebut bisa lebih baik dari jasad-jasad yang lain, padahal dia dikeluarkan dari laut? (baca: http://quran.al-shia.org/id/lib/006/02.htm) Mesir dan Pyramids Sebagai Reproduksi Pagan setiap Generasi Manusia Setelah dihancurkan oleh Nabi Musa, Baik itu Firaun, Qarun, Hamman. Dan ditenggelamkan Allah Swt ke Laut Merah, bukan berarti dunia pagan ini berhenti. Kerajaan Iblis/Pagan bermutasi dan berpindah dari Mesir dan Menyebar keseluruh belahan dunia, yang terbesar setelah nya adalah Babilonia, Asyiria, setelah Dihancurkan Allah Swt, kemudia berpindah ke Romawi yang kemudian dihancurkan oleh Rasulullah. Sampai hari ini pun golongan penyembah setan ini masih berkuasa dan membuat kezaliman terus menerus kepada ummat manusia. Yang hari ini diwakili oleh kelompok Illuminati, Freemasonry dan Zionisme. Dunia pagan dari awalnya yang terbesar dicatat sejarah adalah masa Firaun sampai dengan sekarang, terus bereproduksi dari zaman ke zaman sampai dengan akhir zaman. Baik itu mereka mengenalkan diri dalam bentuk pyramid, mata satu, atau simbol-simbol yang ditampilkan oleh Firaun 3000 tahun sebelum masehi. Persis sama simbol-simbol yang ditampilkan dan disembah seperti apa yang dilakukan oleh Firaun dan peradabannya, yang hal itu mungkin akan kita bahas pada kesempatan mendatang.
READ MORE - 3000 SM
READ MORE - 3000 SM
.::BY JUMBHO-MY AT HOME IN THE JEPARA CITY OF BEAUTIFUL::.